Oleh-Oleh Working Dinner Bersama Kemenlu RI dan Pengelola Media di DIY

Ini dia satu lagi late post yang saya pikir tak boleh dilewatkan untuk dibagi. Apa itu? Kamis petang, 15 September 2014 lalu, sembilan orang emak blogger (termasuk saya) datang memenuhi undangan working dinner bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan pengelola media di DIY. Acara yang bertajuk “Peran Media dan Humas dalam Menyongsong Komunitas ASEAN 2015” ini dilangsungkan di Hotel Sheraton Mustika, Jln. Laksda Adisucipto dan dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta, di antaranya: pengelola media (wartawan/jurnalis cetak, radio, dan televisi), pejabat penhumas, serta komunitas blogger (Kumpulan Emak Blogger-KEB dan Komunitas Blogger Jogja-KBJ).

press release acara working dinner

press release acara working dinner

Sebelum masuk ke acara inti, para peserta berkumpul di Mataram 3 Grand Ballroom. Beberapa terlihat saling sapa dan memberi salam, termasuk saya. Pertama, menyapa emak-emak tjantiek: Mak Injul, Mak Lusi, Mak  Lies, Mak Ika, Mak Kachan, Mak Arifah, Mak Gesi, dan Mak Novika. Mestinya ada seorang lagi yang emak blogger yang mengkonfirmasi akan datang. Ya, Mak Irul. Ada urusan mendadak di rumah yang membuat beliau terpaksa tidak datang. Sayang sekali. Semoga lain kesempatan Mak Irul bisa turut serta. O ya, setelah beberapa saat ngobrol dengan emak-emak, mampirlah juga saya ke meja kawan-kawan KBJ. Setor muka!  :lol:

Di tengah hangatnya ramah tamah peserta, sekitar pk. 19.00, suara moderator mulai terdengar; mempersilakan kami untuk menikmati santap malam. Alhamdulillah! :)  Baca lebih lanjut

(Sedikit) Cerita dari Workshop Green Lifestyle KOMPAS dan SwitchAsia SCP Indonesia Seri I

Setelah akhir pekan pertama saya menghadiri agenda  khusus perempuan, giliran minggu kedua saya menambah kisah di #SeptemberCeria2014 dengan cerita lain: hadir di acara workshop Green Lifestyle KOMPAS. Saya datang bersama teman-teman Komunitas Blogger Jogja (KBJ). :D Fyi, acara yang terselenggara berkat kerja sama KOMPAS dan Switch Asia SCP (Sustainable Consumption & Production) Policy Indonesia ini merupakan agenda berkesinambungan selama 5 bulan berturut. Di bulan pertama, workshop diselenggarakan pada tanggal 13 September 2014 di Jogja Digital Valley, Sagan. Tema besar yang diusung adalah Green Life: Dont (Just) Recycle, Think First!.

pertama

Mau tahu seperti apa keseruan acara workshop-nya? Yuk, simak terus postingan ini! ;) Baca lebih lanjut

Dua Windu Perjalanan Bersama Tiga Generasi Gizi Super Cream

Tahun ini ada lagi produk jadul (selain motor saya si Ezy) yang genap dua windu bersama saya. Dua windu? Iya, 16 tahun! :D Saya sendiri tidak pernah terbayang sebelumnya, ternyata saya sudah bersama Gizi Super Cream selama itu. ;)

Sebelumnya, apa itu Gizi Super Cream (GSC)? Hmm, Sahabat mungkin masih ingat dengan iklan produk krim wajah ini di video berikut. Kala itu tahun 2011-an, Riyanni Djangkaru yang menjadi model iklannya.

Sudah ingat? :D

Nah, seperti yang tertera pada judul, kali ini saya akan berbagi kisah saya selama memakai produk GSC. Mumpung saya dapat angka istimewa. :D

Baca lebih lanjut

Seru-Biru-nya Halal bi halal Emak Blogger Jogja-Solo-Jateng Selatan

Kalau di Sabtu, 6 September lalu saya menghadiri seminar wirausaha Stiletto Book; selang sehari kemudian ada agenda #SeptemberCeria2014 lain yang tak kalah seru. Apa itu? Yap, acara halal bi halal pertama Kumpulan Emak Blogger (KEB) yang digelar serentak di enam kota di Indonesia: Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali. Nah, untuk KEB Jogja-Solo-Jateng Selatan, acara digelar pada 7 September 2014 bertempat di Bumbu Desa Resto – Sagan, Yogyakarta. Dari sekian banyak kopdar emak blogger, baru kali itu saya benar-benar merasa berada seutuhnya di antara emak-emak. Hihihi. :P

Acara ini tak kurang-kurang partisipan, lho. Bahkan kalau boleh saya katakan, seru! Kenapa? Nanti pasti tahu alasannya, tetap baca postingan ini, ya, Sahabat. ;)

Baca lebih lanjut

Menuju Level Narima ing Pandum

*) sebuah renungan selepas beryoga

Narima ing pandum, sebuah istilah dalam Bahasa Jawa yang berarti menerima apapun yang dikaruniakan oleh Gusti Allah SWT. Sedikit atau banyak, susah atau senang, lapang ataupun sempit … apapun, diterima dengan lega lila, penuh kerelaan hati. Perlu hati seluas samudera dan tingkat kesabaran yang tinggi untuk bisa mencapai level narima ing pandum. Namun, sadar atau tidak, saat saya berada dalam kondisi yang lemah/kekurangan, hati menjadi amat sulit menerima cobaan/teguran dari Yang Maha Esa.

Duh, Gusti, salahkah saya?

Baca lebih lanjut

Oleh-Oleh Seminar Wanita Wirausaha – Stiletto Book

Di September 2014 ini, agenda akhir pekan saya lumayan bikin ceria. Ada saja kegiatan di luar rumah yang tentunya bermanfaat, seru, dan menyenangkan. Alhamdulillah. Karena ada beberapa acara sekaligus, maka biar tambah seru, saya beri label: #SeptemberCeria2014. ;) Hehe, memangnya kalau jomblo kudu merasa ngenes di akhir pekan, gitu? Gak usah, ya! :P Being single is a grateful, jadi terima dan syukuri sepenuh hati. Buat apa mengeluh? Sayang, kan, sama energi positif diri? *lho, kok malah kultum? :lol:

Oke, saya tidak akan berumit-rumit. Dimulai dari pekan pertama, Sabtu, 6 September 2014 lalu saya ada janjian dengan beberapa emak blogger untuk hadir di acara seminar wanita wirausaha yang diselenggarakan oleh penerbit Stiletto Book. Acara ini dilaksanakan di Ruang Arimbi, Hotel Cakra Kembang, Jl. Kaliurang km 5, Yogyakarta. Yang unik, para peserta dan panitia acara ini memakai dress code merah! Biar tambah semangat di akhir pekan, … mungkin. :P

Saat saya tiba di lokasi seminar, seperti biasa dimulai dengan “ritual bertanya kepada juru parkir/sekuriti”. Gak tahu juga, saya sering bingung saat baru datang pertama kali ke suatu tempat. Hehe, iya, termasuk ke Hotel Cakra Kembang. *duuh! :lol:

Baca lebih lanjut

Cara Merapikan File Hasil Scan

Satu di antara beberapa hal yang saya kerjakan di redaksi di antaranya adalah mengunggah artikel lawas untuk ditampilkan di website jurnal. Saat ini memang ada aturan bahwa jurnal ilmiah wajib untuk meng-on-line-kan artikel yang telah terpublikasi. Jangan tanya berapa banyak artikelnya, hehehe, kalau redaksi jurnal kami tercatat secara resmi terbit perdana pada Desember 1995, per tahun terbit dua edisi dengan banyak artikel per edisi rata-rata tujuh artikel, silakan hitung sendiri berapa banyak yang harus ditangani. ;)

Well, sekarang jika semua artikel lawas tersebut diarsipkan dalam format PDF sejak dulu, since the ancient time … #eh, proses yang dilakukan hingga saat mengunggahnya ke website akan jauh lebih sederhana. Sayangnya, banyak artikel yang tidak tersimpan dalam format PDF. Jadi? Di sinilah tantangannya! Satu-satunya jalan agar seluruh artikel bisa ditayangkan secara on line adalah dengan melakukan scanning terhadap artikel yang telah cetak. Setelah itu, baru, deh … artikel hasil scan tadi bisa di-PDF-kan lalu diunggah ke website.

Ok, then … here we go! :D

Baca lebih lanjut