Belajar dari Rasa Lapar

Tak terasa, Ramadhan tinggal sebentar lagi. Ada satu hal penting yang selalu saya ingat ketika bulan mulia ini tiba: rasa lapar. Pelajaran apa yang bisa saya ambil dari rasa lapar? Hmm, saya harus berterima kasih kepada Bapak (alm.) yang tepat hari ini berulang tahun yang ke- 62 tahun. Dari beliau saya belajar tentang hal ini.

Selamat ulang tahun, Pak. Terima kasih untuk setiap inspirasi sepanjang hayat yang telah Bapak beri untuk kami semua. Semoga Gusti Allah SWT memberi Bapak tempat terbaik di sisi-NYA. Aamiin.  

… dan untuk mengungkapkan rasa terima kasih itu, saya akan membagi kisah bagaimana beliau mengajari saya tentang rasa lapar, hingga pada akhirnya membuat saya lebih berhati-hati memperlakukan makanan. Berikut ini selengkapnya. :)

Baca lebih lanjut

Antara Kucing dan Gejala Absurd

Siapa bilang saya phobia kucing? Nggak, saya ga phobia kucing. Saya cuma suka LIHAT gambar kucing, selebihnya nggak. Bisa jadi itu berhubungan dengan piaraan saya di twitter: (gambar) seekor kucing besar (baca: macan) sebagai background. Segarang apapun si macan, kalau munculnya di gambar saja, itu AMAN buat saya. :D

By the way, sejak kecil orangtua memang ga memelihara binatang kesayangan. Sejak dulu piaraan kami di rumah adalah yang bisa dijual, misalnya ayam, itik, lele, bekicot (buat pakan lele), angsa, bebek, kambing, dsb. Kucing? Ga pernah. Anjing? Apa lagi! Ibu saya ga suka bulu kucing, meski kami ga punya riwayat asma dan alergi bulu. Alasan beliau sesederhana itu.

Mungkin karena ga pernah pengalaman dekat dengan kucing, saya sesekali merasa terserang gejala absurd kalau berada dekat dengan kucing. Sialnya, gejala keabsurdan itu bertambah setelah saya mengalami beberapa kejadian ga menyenangkan di masa lalu. Nope! Ini bukan karena saya gagal move on. :P Hmm, ini lebih pada rasa trauma yang tinggal dalam diri saya. Ga banyak, a bit bitter … tapi, cukup bikin keder.

Jadi, begini. Gejala absurd gegara kucing memang ga selalu muncul, sih, sesekali saja. Cuma, kalau sampai gejala itu muncul, berarti saya yang harus sesegera mungkin menyingkir dari si kucing. Harus!

Baca lebih lanjut

Goal Kedua 2014: Memulai Investasi Reksadana

Setelah berhasil mewujudkan goal pertama di tahun 2014, goal kedua pun menyusul di bulan yang sama. Temanya masih seputar dunia finansial. Hahaha, aseli, ga tahu kenapa di awal usia kepala tiga ini saya jadi lebih gemar ngutak-atik keuangan. Kalau dipikir-pikir, saya termasuk yang rada telat memulai investasi. Iya, sadar, kemarin-kemarin yang saya lakukan baru menabung dan menyiapkan tabungan impian untuk dua hal: dana darurat dan premi asuransi tahunan. Tahun ini harus ada progress yang signifikan. It’s a MUST! :)

Hmm, finansial. Begitu mendengar satu kata ini, sebagian orang yang masih beranggapan tabu untuk membahas uang, akan memilih mundur atau bahkan bungkam. Padahal kalau mau jujur terhadap kondisi masing-masing, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencapai kemapanan finansial, terutama berkaitan dengan mempersiapkan masa depan. … dan yang saya mulai tahun ini adalah berinvestasi reksadana (RD) untuk keperluan dana pensiun. Well, better now than never, kan?

Mau tahu kisah saya? Oke, saya akan membagi pengalaman saya sampai akhirnya bulat niat membuka rekening RD. :)

Baca lebih lanjut

Warna-Warni Bulan Juli

Juli. Tiap kali bulan ini tiba, rasa hati saya benar-benar penuh. Bulan ini adalah bulan kelahiran Ibu dan Bapak (alm.). Kata mereka, Ibu saya Cancer dan Bapak adalah Leo. Cukup tahu saja. Juli juga identik dengan kewajiban melunasi pajak motor. Ya, tanggal jatuh tempo di STNK Ezy adalah 4 Juli. Artinya maksimal di tanggal itu saya harus melunasi kewajiban pajak, entah itu pajak tahunan ataupun pajak lima tahunan (ganti plat dan STNK). Terlambat satu hari saja, nominal pajak akan berubah karena ada denda dihitung per hari.

Btw, tak terasa tahun ini adalah tahun ke-17 dari kelahiran Ezy. Saya baru ngeh saat kemarin tanggal 3 Juli melunasi pajaknya di kantor samsat Sleman. Seperti biasanya, sejak Ezy dimutasikan dari catatan pajak Jakarta tahun 2003 silam, ia sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya. Ke manapun saya pergi, hampir selalu ada Ezy. Ada banyak kisah: susah, senang, konyol, yang kami jalani selama 17 tahun ini. Happy belated birthday, Ezy. :) Baca lebih lanjut

Sedikit Kisah di Balik Sketsa dari Vierda

Jumat, 20 Juni 2014

Sebuah SMS saya terima dari si empu Wanderer Silles, Vierda. Ada apa gerangan? Rupanya, ia mengundang saya datang ke pembukaan pameran seni rupa di gedung Umar Kayam XT-square sekalian menyerahkan sketsa hadiah. Sahabat masih ingat, kan, cerita saya soal ke Bandung naik kereta Lodaya? Kisah tersebut terpilih sebagai pemenang giveaway Vierda. Nah, masing-masing pemenang dibuatkan sebuah sketsa yang menggambarkan kisah perjalanan tersebut.

Karena si empu gawe berada satu wilayah dengan saya, ia berinisiatif untuk ber-CashOnDelivery saja. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, pengambilan dilakukan di lokasi pameran. Sayang sekali, saya tak bisa datang pas pembukaan pameran, Jumat petang. Selain karena jarak yang jauh, mengendarai motor di malam hari kalau sedang tak cukup fit bisa bikin saya tambah meriang. Padahal, Sabtu pagi saya harus tampil prima untuk menemani dua sobat lawas jaman SMA, Rini dan Karni. Ya, jauh-jauh hari kami bersepakat untuk trekking di Taman Nasional Gunung Merapi, Kaliurang.

Well, Jumat petang itu, saya dalam pilihan yang sulit. Di satu sisi, saya ingin memenuhi undangan Vierda; di sisi lain, saya tidak ingin membuat deSista kecewa karena acara hang out kami bubar gegara saya pingsan di jalan—tak cukup fit. *ouch! :cry: Akhirnya, saya memilih untuk memenuhi urusan badan yang perlu beristirahat dan tetap tinggal di rumah. Masih ada hari lain, saya pikir, tentu sambil berharap Vierda tak berkeberatan dengan ketidakhadiran saya.

*** Baca lebih lanjut

Di Balik Layar: Saya dan #PuisiHore3

#PuisiHore3? Lhooo, itu kan sudah beberapa bulan yang lalu berakhir? Hmm, ya, saya memang terlambat bicara soal perayaan puisi yang satu ini. Namun, karena saya telah berjanji kepada panitia untuk menulis kesan/pesan, jadi ya harus ditepati meski sudah rada lama berlalu. Huuu dasar blogger telat up date, ya, saya ini? :P Yupe, I admit it. But, better late than never, right? So … mari kita mulai saja obrolan soal #PuisiHore3. ;)

Ok, seperti halnya perayaan #PuisiHore2 tahun lalu, tahun ini pun digelar #PuisiHore3 sebagai kelanjutannya. Bermula dari woro-woro panitia pada akhir Maret 2014 lalu, #PuisiHore3 secara resmi dimulai per April sampai 4 minggu selanjutnya.

Peraturan #PuisiHore3 sedikit berbeda dengan #PuisiHore2, tetapi dalam seminggu tiap peserta tetap diminta untuk menulis dan menyetorkan link dua buah puisi dengan tema berbeda, tentu saja.

Nah, sekarang saatnya mengulas balik kedelapan puisi yang saya ikutsertakan dalam #PuisiHore3. Mulai? Let’s go! Baca lebih lanjut

Apa Kabar Anak-anak?

Apa kabar anak-anak, ya? Ujian nasional dan ujian kenaikan kelas baru saja lewat. Siswa-siswi saya saat ini sedang asyik menikmati liburan. Dua di antara mereka, Rio dan Rara, sedang sibuk mempersiapkan diri menapaki jenjang sekolah yang baru. Kabar baik saya terima dari ibunda mereka. Tanggal 18 Juni lalu, Bu Eka menyampaikan kabar via SMS bahwa Rio lulus UN SMP dengan NUN 30,40; sementara tanggal 23 Juni lalu, Bu Yunita menyampaikan kabar bahwa Rara lulus UN SD dengan nilai 27,70. Syukur alhamdulillah. :)

Lalu, bagaimana dengan yang duduk di bangku kelas VII—Dana, Ikang, Lisa, Zulfa? Hmm … hanya Dana yang beberapa hari setelah ujian kenaikan kelas memberi kabar lewat telepon rumah. Ada keceriaan yang bisa saya rasakan dari nada bicaranya. Secara gamblang, ia menyebut angka pencapaiannya yang naik beberapa poin, sehingga rangkingnya secara paralel pun naik dari posisi 75 di semester I menjadi 33 di akhir semester II ini. Sekali lagi, syukur alhamdulillah. :)

Ngomong-ngomong, saya masih menunggu kabar dari Ikang, Lisa dan Zulfa, berharap ada kenaikan pencapaian pula dari mereka. Atau juga dari Irma, mantan siswa saya yang mengundurkan diri pada pertengahan semester lalu. Bagaimanapun, siswa atau mantan siswa, saya akan turut senang jika mereka membawa kabar gembira terkait pencapaian mereka di sekolah.

study photo: study a57yc3.gif
credit

Baca lebih lanjut