Oleh-Oleh CJI Talk – Dompet Dhuafa

CJI Talk Dompet Dhuafa

Jumat, 12 Juni 2015 lalu, saya berkesempatan hadir di acara diskusi jurnalisme yang digelar oleh Dompet Dhuafa (DD). Bertempat di Ruang Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, acara ini menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Drs. Octo Lampito M.Pd. (Ketua Dewan Jurnalistik Jogja, pimpinan redaksi Kedaulatan Rakyat) dan Indah Julianti (blogger senior, co-founder Kumpulan Emak Blogger). Semestinya, ada seorang pembicara lagi yang diharapkan datang mewakili Net TV. Namun, rupanya pihak Net TV membatalkan kehadiran di detik-detik akhir, begitu panitia memberi penjelasan.

Meski hanya menampilkan dua pembicara, acara yang berdurasi kurang lebih dua jam ini mampu memperkaya pengetahuan saya sebagai peserta tentang jurnalisme warga, kaitannya dengan tema yang diusung oleh DD: Bergerak untuk BerdayaBaca lebih lanjut

Mi Burung Dara: Dari Cooking Class Turun ke Dapur Yu Pulen

♫ Mi burung dara, enaknya nyambung teruuus … ♫

Sepenggal tagline iklan—yang aslinya dinyanyikan oleh Inul Daratista—menggema di hall Restoran Taman Pringsewu, Jln. Magelang. Suasana serba merah-jingga, memeriahkan acara cooking class bareng Mi Burung Dara (MBD) dan Dapoer Boga siang itu, Sabtu, 20 Juni 2015. Acara ini diikuti oleh beberapa komunitas perempuan di Yogyakarta. Saya sendiri datang memenuhi undangan mewakili diajeng-nya Komunitas Blogger Jogja (KBJ) bersama lima orang teman: mbak Indah Juli, mbak Lusi, Rian, temannya Rian (aduh, lupa namanya), dan Ardiba.

Acara siang itu bukan hanya cooking class, tetapi juga dilengkapi dengan sambutan sekaligus pengenalan beberapa varian produk oleh General Manager MBD (Bapak Tjun Sulestio). Ternyata banyak juga varian mi yang telah ada sejak tahun 1972 ini.  Ada mi telur renteng, mi urai original, dan mi urai pipih yang mirip dengan spagheti. Beliau menekankan bahwa produk MBD merupakan produk lokal yang dibuat dari bahan-bahan bermutu tinggi, terjamin higienie-nya, dan diolah dengan teknologi canggih. Salah satu teknologi yang dimaksud adalah teknologi air dry, yaitu pengeringan mi dengan cara di-oven, bukan digoreng. Selain itu, air yang digunakan dalam proses pembuatan mi adalah air yang diolah melalui reverse osmosis (RO). Air ini siap minum dan aman.

Pak Sulestio juga menyinggung soal kelebihan lain MBD, antara lain rendah lemak dan kenyal, seperti tagline iklannya, tentu saja. Jadi, meski dimasak lama, mi tidak gampang ‘lodoh’. O ya?! Saya bisa percaya, tapi tentu harus membuktikannya.. hehehe. Well, then… Ayo kita mulai masak, Ibu-Ibu! *pakai apron* :lol:

*** Baca lebih lanjut

Manusia Sambal

Manusia Sambal, begitulah saya menjulukinya. Nama lengkapnya Aleryovan Nahli Erlangga, tapi kami di HPT 2002 akrab memanggilnya Nahli, Ale, atau Alul saja. Maklum, selama hampir lima tahun perkuliahan, ia hanya memakai nama tengahnya. Entah, demi apa dia menyembunyikan nama lengkapnya. Konon katanya, ia telah diberi mandat oleh seseorang untuk menyimpan baik-baik nama awal dan akhirnya. Entahlah …. :neutral:

Oke, kembali ke tema, sesuai dengan julukan “manusia sambal” tersebut, dia memiliki kebiasaan aneh (dilihat dari sudut pandang saya sebagai manusia yang gak begitu doyan pedas :P ). Ya, mau terlihat normal bagaimana, kalau makan soto semangkuk saja sambal yang diambil bisa 4–5 sendok makan?! :shock: Wah, itu sih namanya makan sambal lauk soto! :lol: *peace, Lul! :P

Alhasil, saya hanya bisa geleng kepala melihat Ale beraksi ketika kami keluar makan siang rame-rame.

sambal cobek (sumber: Wikipedia)

sambal cobek (sumber: Wikipedia)

Baca lebih lanjut

Marhaban yaa Ramadhan

Marhaban yaa Ramadhan 1436H

Tak terasa, Ramadhan 1436 H telah masuk hari kedua, Sahabat. Saya pikir tak ada kata terlambat untuk menyampaikan selamat datang untuk bulan mulia ini. Bulan yang dinanti-nantikan oleh kita umat muslim di seluruh dunia karena inilah bulan penuh dengan kemurahan dan pengampunan Allah SWT. Jadi, kesempatan sebaik ini jangan pernah kita lewatkan, ya.

Lagipula, siapa manusia yang bisa tahu bakal dikaruniai umur panjang atau sebaliknya? Mumpung ada kesempatan sebaik Ramadhan, yuuk sama-sama kita isi dengan hal-hal bermanfaat! Ibadahnya ditambah, perbaikan dirinya ditambah, silaturahminya juga ditambah. Setelah Ramadhan ini berlalu, giliran mempertahankan semua perbaikan tersebut. Semoga kita semua dikaruniai istiqomah. Aamiin.

O ya, tadi saya menyinggung soal silaturahmi, bukan? Ada banyak cara kreatif untuk menyambung dan mengeratkan silaturahmi saat Ramadhan. Berbuka puasa bareng, misalnya. Dua tahun lalu, di Ramadhan 1434 H, saya pernah berbagi kisah soal mendadak reunian dengan teman-teman SD alumni 1996. Baca lebih lanjut

Di Balik Layar Kadang Anem 09: Dipilih dan Memilih

Apa yang terlintas di benak Sahabat jika suatu saat dipilih menjadi kandidat ketua sebuah organisasi? Cemas? Takut? Khawatir? Ataukah senang? Saya pikir perasaan semacam itu ada dalam benak keenam orang yang maju menjadi kandidat ketua pada Pemilihan Ketua Umum Kadang Anem 09, organisasi pemuda selevel rukun warga di kampung kami. Mereka adalah Imam, Harun, Fisal, Irawan, Fikri, dan Fajar.

Lepas dari keenam kandidat, rasanya adalah sebuah kesempatan berharga pula saat saya pun dipilih menjadi salah satu dari keenam orang panitia pemilihan ketua. Ya, saya bekerja satu tim bersama Agus, Ika, Sidqi, Sumarno, dan Wening. Maka, sejak panitia dibentuk pada pertemuan pemuda tanggal 9 Mei 2015, kami pun mulai bekerja mempersiapkan dan mengemas acara pemilihan yang lain dibanding sebelumnya. Tak banyak waktu yang kami punya. Pertengahan Juni sudah masuk Ramadhan, itu berarti segala urusan pemuda sebisa mungkin selesai sebelum masuk puasa. Dari hasil rapat pertama kami, diperoleh dua alternatif tanggal pelaksanaan: 30 Mei atau 6 Juni. Baca lebih lanjut

Ketika Ujian Anak-Anak Tiba ….

Bintang

Setelah persiapan jelang ujian nasional dilalui oleh Bintang, 18 Mei lalu ia pun maju “perang” dengan segala keberanian yang dipunya. Di hari terakhir pertemuan les, ia mengatakan masih saja deg-deg-an dan sering sekali berandai jika nilainya baik atau sebaliknya; atau jika nilai kumulatifnya tinggi atau sebaliknya. Hmm, dasarnya dia ini talkative, yaa, ceritanya banyak. :lol:

Meski mengaku khawatir dengan nilai ujian nasionalnya, ia boleh lega karena telah mendapat sekolah baru: MTs Sunan Pandanaran. Tentunya ia juga akan menjadi salah satu santri di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran setelah lulus dari MI Sultan Agung. Jadi, seperti apapun hasil ujian nasionalnya nanti, tidak terlalu berpengaruh terhadap proses pendaftaran di sekolah baru.  Baca lebih lanjut

Gara-gara “Cin Cin Pon Pon”

Dua orang pertama yang tahu saya berbakat menyanyi adalah Ibu dan Bapak (alm.). Menurut cerita Ibu, saya mulai suka ber-mumbling song (baca: nyanyi-nyanyi ga jelas sesuka hati) sejak usia 3 tahun. Parahnya, kebiasaan saya akan mencapai puncaknya di hari tertentu (seingat saya hari Ahad) mulai pukul 16.00 s.d. 17.00. :lol:

Mengapa bisa begitu? Apakah ber-mumbling song itu semacam gejala penyakit?

Tentu tak ada akibat tanpa penyebab. Di rentang waktu tersebut ada acara “Kumpul Bocah” di Retjobuntung FM. Ya, sebuah program siaran radio untuk anak. Isinya didominasi lagu dan request live anak-anak via telepon. Ada yang baca puisi, menyanyi, hafalan, titip salam, dsb. Acara ini sengaja disetelkan Ibu untuk saya dengarkan, biar saya nyanyinya lebih dari sekadar mumbling. :lol:

girl singing

Nah, karena lagu tema acara adalah sebuah lagu Jepang berjudul “Cin Cin Pon Pon”, saya yang suka sekali meniru pun ikut-ikut menyanyikan lagu itu. Setiap kali acara Kumpul Bocah mulai, saya pun beraksi. Baca lebih lanjut

Sewindu Bersama Sariayu

♫ Sudah sewindu ku di dekatmu … Ada di setiap pagi, di sepanjang harimu… ♫

Hmm, sepenggal lirik lagu Sewindu (Tulus) di atas agaknya sebelas-duabelas dengan pengalaman yang akan saya bagi kali ini: sama-sama soal sewindu. Bedanya, sewindu saya ini bukan untuk move on atau move away, seperti yang dikisahkan oleh Tulus. Ini tentang sesuatu yang sangat layak untuk saya pertahankan. Ya, tahun ini genap sewindu saya bersama Sariayu, sebuah brand produk kecantikan dalam negeri yang pesonanya sudah go international.

saya dan sewindu bersama Sariayu

Bagaimana hingga akhirnya saya memilih menggunakan produk perawatan wajah dari Sariayu? Jadi, begini ceritanya ….  Baca lebih lanjut