Kisah Dapur Yu Pulen: Jatuh Hati kepada Kimchi

Kalau ada yang bertanya, “Apakah kamu penyuka drama/film Korea?”, saya akan menjawab, “Ya!” :mrgreen: Namun, kalau saya ditanya soal makanan Korea, saya hanya bisa geleng kepala. Selama ini saya gak pernah mencoba membuka hati untuk mencicipi makanan Korea. :P Tidak ada yang salah, lha wong melakoni  hidup itu urusan memilih, kok. *tsaah, bahasanya! :lol:

Sekitar sebulan terakhir ada yang berubah dengan cara pandang saya. Entah. Saya mulai mengincar makanan sehat untuk side dishes. Bisa dibayangkan apa yang terjadi kemudian? Yupe, saya jadi rajin browsing sana-sini. Hasilnya? Saya menemukan artikel ilmiah soal kimchi: sejarahnya, kandungannya, benefit-nya, sampai side effect-nya. Saya khusyuk menyimak video tutorial dari suhu Maangchi. Saya terpesona … dan singkat ceritanya, saya jatuh hati kepada kimchi. Aigooo! :shock: Sayangnya, saya malas pergi ke restoran Korea. Lagipula saya sering merasa perlu memrioritaskan hal lain ketimbang jajan di luar rumah. Ckckck… susah kalau sudah kambuh pelitnya! :P

Jadilah, gimjang (baca: hari bikin kimchi a.k.a kimchi project) bersama Ning, adik perempuan saya, pun dimulai. Project pertama berhasil dilalui tanggal 8 Februari 2015 lalu dan kami berdua sepakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ritual masak bersama. Ahihihi, kayak apa saja ya, ritual! :lol:

kimchi pertama ala dapur Yu Pulen

kimchi pertama ala dapur Yu Pulen

Oke, mau tahu resep kimchi ala dapur Yu Pulen? Yuuk, kita ke dapur! ;)

Baca lebih lanjut

Perempuan Angin yang Dicintai

Pertambahan usiamu kali ini benar-benar istimewa bukan, Perempuan Angin?

Mulai dari koki dadakan dari Rembang dengan saladnya. Juga koki dari Banjar dengan olahan mandainya. Sebagai puncaknya, kado istimewa bertuliskan:

“Happy birthday our cutest Mbak!!!”

datang bersama tiga gadis dari ibukota.

Kau tahu bukan, apalagi yang menjadi alasan mereka datang untukmu selain karena mencintaimu? Maka bersyukurlah, karena kau memang dicintai.

Mereka adalah sahabat dan bagian penting dari hidupmu. Percaya itu adalah anugerah Gusti Allah SWT.

Maka terima semua dengan penuh rasa syukur.
Maka ingat mereka selalu, beri ruang di hatimu agar mereka tumbuh selalu.
Maka simpan kebaikan dan ketulusan mereka sampai kapan pun. Baca lebih lanjut

Selamat Tambah Usia, Perempuan Angin

Sayang, masih ingatkah kau pada pagi pertama yang menyambut tangismu di hari keduapuluh satu bulan ketiga? Bukankah tak terasa telah sebegitu lamanya kau ada di sini, duduk menikmati binar embun pagi? Semoga engkau tak bosan menjaga pagi. Semoga engkau tetap bersemangat menempuh jalan hidupmu. Menjadi perempuan terbaik yang engkau bisa.

Sayang, Gusti Allah telah sebegitu Mahabaik-nya menitipkan engkau kepada sepasang suami-istri yang mau belajar mengerti seperti apa dirimu. Ingatkah engkau kado yang mereka beri kepadamu sejak dalam kandungan dulu? Bapak-Ibumu berjalan jauh hingga ke puncak Plawangan, menyapa Merapi, seperti yang selama beberapa tahun terakhir kau lakukan juga. Bukankah kado itu yang membuat engkau suka menjadi dirimu yang sekarang, Perempuan Angin? Meski kini tinggal seorang yang tinggal di sisimu, Ibu; bukan berarti Bapak, yang telah berpulang, meninggalkan engkau berjuang sendiri. Always remember this, Dear: Baca lebih lanjut

bingung

Cara Memperbaiki Kemiringan Foto Hasil Scan

Sebagai redaktur pelaksana jurnal ilmiah, salah satu tugas saya adalah menyiapkan back issue (artikel jurnal lawas yang telah terbit). Apalagi sekarang ini hampir semua serba paperless, alangkah baiknya jika redaksi memiliki arsip back issue dalam bentuk digital (baca: PDF file). Yang sedikit merepotkan adalah jika ada sebagian arsip digital jaman baheula itu terselip entah di mana karena saking lamanya. :( Kalau sudah begini, mau tidak mau hardcopy-lah yang diolah (baca: di-scan dan seterusnya) sebagai pengganti. Ada dua risiko jika saya memutuskan untuk mengambil file hasil scan arsip jurnal jaman baheula. Pertama, risiko kotor karena bintik-bintik hitam dan garis penuaan. Kedua, file fotonya miring karena keterbatasan ruang tangkap si mesin scan. Bersyukur sekali saat ini sudah ada software yang bisa digunakan untuk mengatasi kedua hal tersebut. Yang jelas, proses merapikan file hasil scan menjadi lebih mudah, alhamdulillah. :) Nah, kalau sebelumnya saya pernah berbagi cara menghilangkan bintik dan garis penuaan; maka, kali ini saya akan berbagi cara memperbaiki kemiringan file foto hasil scan agar sesuai dengan aslinya, atau setidaknya mendekati. Well, yes, kali ini saya menggunakan Adobe Photoshop 7 (bisa juga digunakan di versi lebih baru). Mari dimulai! ;)  Baca lebih lanjut

Kisah Dapur Yu Pulen: Tantangan Bikin Mandai

Mandai? Sekali mendengar kata ‘mandai’, pikiran ngaco saya tertuju ke: Mandai, Tuesdai, Wednesdai … hahaha, ya ampun! :lol:

Jadi, apa sih sebenarnya ‘mandai’ itu? Mandai adalah nama menu makanan khas Kalimantan Selatan; makanya, wajar kalau saya yang orang Jawa merasa asing, lalu mulai lebay ngaco. *membela diri :P *

Pertama kalinya saya tahu mandai dari seorang sahabat jaman kuliah dulu. Namanya Ale. Iya, akhir pekan lalu ia bertandang ke rumah bersama Maylia dan Adhyatma. Katanya, mumpung sedang di Jogja mainlah dia ke rumah. Sembari kami ngobrol ngalor-ngidul, bernostalgila … terseliplah sebuah cerita unik antara orang Banjar, buah cempedak, dan mandai. Yang jelas, ini bukan karena ada kisah cinta segitiga. *eh :P Ini karena mereka membawa kulit cempedak bersama mereka. Beneran, ini kurang kerjaan namanya. Ckckckck…

Ok, menyarikan kisah Ale, mandai dibuat dari kulit cempedak dan (katanya) ketertarikan orang Banjar terhadap kulit cempedak lebih tinggi dibanding buahnya sendiri. Lho, bukannya buah cempedak itu jauh lebih enak daripada kulitnya? Kenapa yang dicari justru kulit cempedak? Aneh, kan? :?:  Baca lebih lanjut

Antara ‘Berkeliling Dunia’ dan ‘Membelah Atom’

Berada di dekat anak-anak sering menorehkan cerita seru dan lucu. Seperti beberapa waktu lalu saat saya berkesempatan menemani Bintang dan Dana belajar. Meski usianya berbeda, (Dana duduk di bangku kelas 8, sementara Bintang duduk di kelas 6), dari pengamatan selama ini, saya menjumpai beberapa kemiripan dari mereka: anak laki-laki, sulung, suka ngobrol (baca: talkative), berimajinasi, dan rasa ingin tahunya tinggi. Well, kadang agak kewalahan juga menanggapi pertanyaan mereka berdua. :lol:

science-communication_-iStockphoto_Thinkstock

credit: iStockphoto/Thinkstock

Baca lebih lanjut

Ada Apa dengan SPT Tahun Pertama?

Februari minggu pertama tahun ini, saya mendapat kejutan istimewa. Hehehe berasa orang penting, ya, mendapat kejutan? ;) Kejutan yang saya maksud, tidak lain tidak bukan adalah imbauan pelaporan SPT tahunan. Wah, iya, Februari 2015 ini saya sudah genap setahun memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Pantas saja jika ada surat cinta datang dari KPP Pratama Sleman.

Hehehe rasanya seperti baru kemarin saya membagi kisah bikin NPWP, eh, lha kok sudah setahun berlalu. :P *abaikan! :lol:

surat cinta dari KPP Pratama

surat cinta dari KPP Pratama

Surat tertanggal 3 Februari 2015 tersebut intinya menagih janji SPT 2014 dari wajib pajak orang pribadi (OP). Sebagai warga negara taat pajak, maka saya yang masih newbie ini pun berusaha menyusun SPT pertama. Let’s go!!  Baca lebih lanjut