Hujan turun, musim hujan tiba. Di belahan bumi manapun, sepertinya telah jamak kita jumpai “efek samping” dari hujan. Entah banjir atau tanah longsor, semua (kata mereka) karena hujan turun dengan intensitas luar biasa. Hmm.. Bolehkah kita diam sejenak merenung bersama? Sebentar saja..
Di tempat saya tinggal, dari lahir jebrot sampai saya hampir berusia 29 tahun, ya di sini, di kaki Merapi.. tidak pernah ada banjir hingga mencapai ke pemukiman. Banjir bagi kami hanya bisa ditemui di aliran sungai jika intensitas hujan di daerah yang lebih tinggi (Gunung Merapi, red.) melebihi batas normalnya. Namun, beberapa tahun terakhir mulai terlihat perbedaan. Banjir tak hanya mengalir di alur sungai, tetapi juga mulai merambah ke jalanan. Bukan, bukan bermaksud menjadi pesaing pengguna jalan. Itu karena air yang mengalir di selokan pinggir jalan sudah tak mampu membendung debit air yang terlampau besar. Tapi, apa benar ini semua salahnya hujan? Lanjut membaca

