Jadi, Ini Salahnya Hujan?

Hujan turun, musim hujan tiba. Di belahan bumi manapun, sepertinya telah jamak kita jumpai “efek samping” dari hujan. Entah banjir atau tanah longsor, semua (kata mereka) karena hujan turun dengan intensitas luar biasa. Hmm.. Bolehkah kita diam sejenak merenung bersama? Sebentar saja..

gambar diambil dari hutantropis.com

Di tempat saya tinggal, dari lahir jebrot sampai saya hampir berusia 29 tahun, ya di sini, di kaki Merapi.. tidak pernah ada banjir hingga mencapai ke pemukiman. Banjir bagi kami hanya bisa ditemui di aliran sungai jika intensitas hujan di daerah yang lebih tinggi (Gunung Merapi, red.) melebihi batas normalnya. Namun, beberapa tahun terakhir mulai terlihat perbedaan. Banjir tak hanya mengalir di alur sungai, tetapi juga mulai merambah ke jalanan. Bukan, bukan bermaksud menjadi pesaing pengguna jalan. Itu karena air yang mengalir di selokan pinggir jalan sudah tak mampu membendung debit air yang terlampau besar. Tapi, apa benar ini semua salahnya hujan? Lanjut membaca

Tetaplah Bersabar…

Dear May,

Tidak mudah mencerna kalimat sederhana yang kautulis di sebuah SMS beberapa waktu lalu. Kala itu kau hanya menuliskan dua kalimat,

Mb, doain ya moga aku bisa lebih sabar ngadepin bapak. Makash banyak mb.

15 Juli 2012, 19.50.17

Namun, mengertilah.. Dari kedua kalimat itu aku bisa merasakan apa yang ada dalam hatimu. Ya, mengerti benar tentunya tidak mudah berada dalam kondisi seperti saat ini. Beberapa waktu sebelumnya, kau menceritakan perihal ayahmu yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba harus check up ke dokter dan dirujuk ke rumah sakit umum Dr. Kariadi, Semarang. Sebuah benjolan sebesar kelereng muncul di bagian dada dan anehnya dalam waktu kurang dari tiga minggu benjolan itu membesar sebesar bola tenis. MasyaAllah..

Lanjut membaca

Whoever You are, I Love You, Mom: Sebuah Pengakuan Anak Perempuan

Judulnya sederhana, Whoever You are, I ♥ U, Mom. Sebuah buku karya Iris Krasnow ada di pangkuan saya petang itu, mengisi sejenak waktu sembari menonton kartun The Incredibles. Sebenarnya sudah sejak Mei 2011 buku ini hadir. Seorang teman membingkiskannya untuk hadiah ulang tahun. Hm, ulang tahun saya bulan Maret tapi yang aneh kadonya baru tiba bulan Mei. Hei, sekalipun bagi sebagian orang ini aneh, tapi haruskah saya menolak pemberian seorang teman? Rezeki tak boleh ditolak, pamali, begitu kata orang tua. :mrgreen:

Whoever You are, I Love You, Mom

Whoever You are, I Love You, Mom

Ibu. Ya, tema ini bagi saya tidak akan ada habisnya. Menulis tentang ibu, secara umum dan khusus, hampir selalu menjadi tema menarik yang tidak akan pernah membuat saya mengerti mengapa saya dan tiap manusia di bumi ini mesti terlahir dari seorang ibu. Mengapa bukan ayah yang harus melahirkan? Ah, pertanyaan konyol macam begini tidak akan pernah saya dapatkan jawabannya. Lebih baik, saya menerima bahwa yang melahirkan itu disebut ibu, begitulah konvensi yang berlaku di dunia ini. That’s all.. No objection received!

*** Lanjut membaca