Bulan Desember, bulan terakhir dalam hitungan tahun masehi ini selalu punya makna bagi tiap perempuan di Indonesia, utamanya yang telah menjadi seorang ibu. Lepas dari kepentingan politik atau apa pun, bulan Desember telah lekat dengan seseorang yang istimewa. Ya, siapa lagi kalau bukan ibu? Bagi saya pribadi menjadi sulung dari seorang ibunda bernama kecil Heni Astuti tentu berwarna sekali. Ibarat kata merangkai potongan kaca menjadi lembar-lembar mozaik indah. Saya suka mozaik. Tiap bagiannya boleh jadi berbeda, tetapi itulah yang menjadikan lukisan mozaik dalam bentuk apa pun selalu istimewa. Seperti itulah rasanya menjadi putri beliau selama ini.
Ibu-Merapi-Phie
Tentang ibu, ah.. selalu ada cerita mengesankan tiap waktu bersama beliau. Dari beliaulah saya tahu (dibuktikan pula dengan surat nikah beliau berdua
) bahwa ibu dan ayah saya menikah tahun 1983. Setahun kemudian Tuhan benar-benar menitipkan saya menjadi putri beliau tepat di hari ke dua puluh satu, bulan ketiga; ketika itu matahari sedang asyik menggeliat di ufuk timur. Entahlah, sudah menjadi jatah suratan tangan saya seperti ini atau apa, tetapi yang ajaib sebelum kehadiran saya di dunia, ibu mengalami kejadian aneh. Waktu itu ibu memeriksakan keterlambatan haid beliau. Beliau ditemani ayah pergi ke RS Panti Nugroho, Pakem. Jaraknya ada sekitar 4,5 km dari rumah. Setiba di sana, tentu dengan harap-harap cemas beliau menanti hasil tes dokter. Alhamdulillah, positif! Bisa dibayangkan apa yang terjadi? Senang itu sudah pasti, tapi keanehan pun terjadi.
Ibu meminta ayah untuk menemani beliau pergi ke Kaliurang. Kaliurang adalah salah satu objek wisata alam berhawa sejuk di Jogja, letaknya sekitar 7 km dari puncak gunung Merapi. Dengan menggunakan angkot (kala itu baru ada bus Baker), beliau berdua pun menuju ke Kaliurang. Setibanya disana, bukan berenang di Telaga Putri, bukan belanja sate kelinci, bukan juga membeli madu hutan, atau makan jadah tempe sepuasnya. Bukan! Yang beliau tuju adalah hutan Merapi (saat ini bernama Taman Nasional Gunung Merapi, red.). APA??! Wanita hamil ngidam pertama kalinya naik gunung?!
Lanjut membaca →