28 & Kejutan Sederhana

“Mbak Jat, ayoo.. maem sik!”

Ning, adik pertama saya berteriak dari ruang makan. Tampaknya ia sudah bersiap bangun lebih pagi. Kaki Merapi memang sedang lebih dingin setelah semalam diguyur hujan. Lepas sholat Subuh, saya masih asyik di kamar. Membalas beberapa SMS ucapan, di antaranya dari Captain. Tahun lalu, ia menelepon.. tahun ini, semua seolah lebih kalem. Mungkin ia telah berhasil menyamakan ritme dengan kebiasaan saya. Ia meminta maaf karena tidak menyiapkan kado untuk saya. That’s ok, Capt.. Doa setulus hati itu jauh lebih berharga bagi saya. :)

Tidak biasanya, badan saya sedikit lungkrah. Sepekan sudah saya harus mengonsumsi obat dari dr. Titie Endarty. Hari ini kapsul antibiotik yang terakhir. Masih ada obat anti radang, batuk, dan anti alergi yang tersisa. Pfiiuuh.. setelah sekian lama, batuk dan nyeri dada sepertinya belum mau hengkang dari tubuh ini. Hm, saya memang harus bersabar. Besok kalau memang belum membaik, saya dipastikan kembali menjalani pemeriksaan. Lanjut membaca