<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Segores Pena Phie</title>
	<atom:link href="http://asree84.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asree84.wordpress.com</link>
	<description>Hidup adalah soal berbagi. Tentang impian, ide, dan pengharapan.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2013 05:03:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asree84.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Segores Pena Phie</title>
		<link>http://asree84.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asree84.wordpress.com/osd.xml" title="Segores Pena Phie" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asree84.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Merayakan 14 Tahun PRAS</title>
		<link>http://asree84.wordpress.com/2013/06/18/merayakan-14-tahun-pras/</link>
		<comments>http://asree84.wordpress.com/2013/06/18/merayakan-14-tahun-pras/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 22:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Phie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi Tiada Henti]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Geng PRAS]]></category>
		<category><![CDATA[giveaway]]></category>
		<category><![CDATA[menyemai cinta]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[SMU 9 Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asree84.wordpress.com/?p=4603</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah tas kertas ia angsurkan ke arah saya. Sebuah tanda mata dari seberang sana, tanah Banjar, Kalimantan Selatan. Senyum saya merekah sembari menghujaninya dengan ucapan terima kasih. Hahaha, entahlah, kadang saya bisa berubah lebay karena tak tahan diperlakukan manis oleh orang-orang terdekat. Ia memberikan kain Sasirangan. Katanya itu kain khas Banjar. Hmm, saya speechless jadinya. [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4603&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah tas kertas ia angsurkan ke arah saya. Sebuah tanda mata dari seberang sana, tanah Banjar, Kalimantan Selatan. Senyum saya merekah sembari menghujaninya dengan ucapan terima kasih. Hahaha, entahlah, kadang saya bisa berubah lebay karena tak tahan diperlakukan manis oleh orang-orang terdekat. Ia memberikan <b>kain Sasirangan</b>. Katanya itu kain khas Banjar. Hmm, saya <i>speechless</i> jadinya. Itu ke sekian kali ia menghadiahi saya cenderamata khas Banjar, setelah sebelumnya bros dan gantungan kunci. <i>So sweet</i> benar orang ini! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>O ya, saya belum memperkenalkan si pemberi hadiah. Namanya Rini Budi Astuti, sapa saja ia Rini.. meski beberapa waktu terakhir ia justru menambahkan sebuah kata asing di depan nama panggilannya. Jadilah akun facebook-nya sekarang <b>Diang Rini</b>. <i>Whatever</i>, bagi saya ia tetap sahabat lawas yang hingga kini tetap hangat.</p>
<p>Petang itu kami bertemu setelah sekian bulan lamanya berpisah. Kami janjian bertemu untuk membeli kado. Dua hari setelahnya, 1 Mei 2013, adalah ulang tahun <b>Sukarni</b>, dan di hari itu ia mengundang kami untuk bereuni. Alasannya <i>sih</i> biar pas dengan hari Buruh Internasional&#8230;, padahal saya ingat itu hari istimewa untuknya; hanya saja, saya tidak mau berkoar-koar.. lihat saja nanti saat hari H. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> <span id="more-4603"></span></p>
<p>Dua orang yang saya sebut di atas, Rini dan Karni, punya sejarah cukup panjang dalam perjalanan hidup saya. Kami tidak selalu bersama, tetapi rasanya itu bukanlah penghalang bagi kami untuk tetap bersahabat hingga saat ini. Rini, hampir dua tahun terakhir ia merantau ke Banjarmasin setelah sebelumnya berkutat dengan bidang riset dan pengembangan di sebuah LSM lokal. Karni, sempat beberapa tahun mengabdi menjadi guru Bahasa Indonesia di sebuah madrasah aliyah negeri di Jogja hingga akhirnya pindah menjadi staf di sebuah lembaga pengembangan sumber daya manusia di Surakarta. Sejak dulu kami punya waktu tertentu untuk berjumpa; minimal ngobrol, makan, nonton, atau buka bersama di bulan Ramadhan. Tidak sering, tapi cukuplah menghangatkan kembali persahabatan. Kami juga saling memberi kabar dan berbagi tanda mata, cara sederhana yang hingga saat ini mampu merekatkan kembali persahabatan kami yang telah mencapai angka 14 tahun ini.</p>
<div id="attachment_4645" class="wp-caption aligncenter" style="width: 342px"><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/20130501_2032581-e1371503675911.jpg"><img class=" wp-image-4645 " alt="Rini dan Karni, dua sahabat saya" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/20130501_2032581-e1371503675911.jpg?w=332&#038;h=442" width="332" height="442" /></a><p class="wp-caption-text">Rini dan Karni, dua sahabat saya</p></div>
<p>Empat belas tahun? Ya! Persahabatan kami dimulai 14 tahun lalu di sebuah SMU negeri di daerah Sagan, Yogyakarta. Rini dan saya sama-sama gadis <i>nggunung</i>, berdomisilii di Sleman, dan tiap hari kami turun gunung untuk bersekolah di kota Jogja. Ada kebanggaan tersendiri memang jika bisa bersekolah di kota dan rata-rata impian anak <i>nggunung</i> seperti kami seperti itu. Kalau sekolah di desa terus nanti gak terbiasa bersaing dengan anak-anak di luar daerah.</p>
<p>Berjumpa Rini di hari pertama dan akhirnya kami duduk sebangku lalu melalui PARSSI (semacam masa orientasi sekolah dan pemilihan peleton inti di SMUN 9 Jogja). Banyak hal konyol terjadi kala itu. Yang lupa bawa handuk-lah, bawa kipas sate-lah; yang dihukum keliling nanyi lagu Pelangi ke lima kelas-lah&#8230; banyak!</p>
<p>Lepas masa orientasi, persahabatan kami bahkan melibatkan dua orang lagi, jadilah kami disebut sebagai <b><a title="deSista-PRAS" href="http://asree84.wordpress.com/2012/09/23/desista-pras/" target="_blank">Geng PRAS</a></b> kala itu. PRAS diambil dari huruf awal nama depan kami, <b>P</b>alupi-<b>R</b>ini-<b>A</b>minah-<b>S</b>ukarni. Hm, sebenarnya itu hanya cara teman-teman memanggil kami kalau kami jalan bareng berempat hehe, kami malah tidak sesaatpun merasa <i>nge-geng</i>.</p>
<p>Orang bilang masa putih abu-abu adalah masa terindah, bisa jadi begitu. Ya, kalaupun kami tak berniat pacaran kala itu, soal <i>ngelirik</i> lawan jenis dan naksir sana-sini&#8230;, teteup! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Bahkan saya masih ingat siapa-siapa saja nama kakak angkatan yang kami kecengi kala itu. Hahaha namanya juga masa puber, tidak bisa lepas dari hal semacam itu. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Waktu berlalu. Dua tahun setelah kami berjumpa, kami tidak lagi satu kelas. Rini, Aminah, Sukarni masuk jurusan IPS, sementara saya masuk IPA. Ada celah yang tidak bisa ditepis kala itu. <i>Image</i> anak IPA yang seperti itu dan IPS yang seperti itu&#8230;. Namun, bagi saya sahabat tetap sahabat. Mereka boleh beda kelas, tetapi silaturahim jalan terus. Tidak jarang, saat istirahat atau jam kosong kami masih suka main bareng; bahkan di masa-masa mempersiapkan kelulusan, Karni dan saya memperoleh kesempatan mewakili sekolah untuk maju lomba karya ilmiah remaja dalam rangka milad BEM Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Meski hanya mampu mempersembahkan sebuah tropi juara harapan I, kami senang bisa memberi kontribusi untuk almamater.</p>
<p>Beberapa bulan berikutnya, kami lulus dan secara resmi menjadi alumni 2002. Di sinilah semua ujian persahabatan itu terjadi. Kami diterima di jurusan berbeda. Rini diterima di FISIP UGM jurusan Administrasi Negara; Karni diterima di UNY jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; saya diterima di Fak. Pertanian UGM jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan; sementara Aminah? Kami tak sepenuhnya tahu. Dia paling tertutup di antara kami berempat. Sebelum lulus, ia hanya bilang ingin sekali masuk di UGM jurusan Sastra Arab. Namun, entah&#8230; lagi-lagi masalah biaya menjadi kendala. Kami hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Ami. Seandainya ia lulus ujian masuk PTN, semoga masalah biaya bisa dibantu dari pengajuan beasiswa, begitu harapan kami.</p>
<p>Kurang lebih setahun kemudian, sebuah kabar baik saya terima di suatu siang saat melakukan daftar ulang semester. Saya bertemu dengan seorang mahasiswi jurusan Sastra Arab bernama Kenya. Iseng saya bertanya, “Kenal sama Aminah, Mbak? Yang dulu sekolah di SMA 9 Jogja?” Jawabnya? Ia mengenal Ami! Wah, syukur alhamdulillah, saya turut berbahagia kalau akhirnya Ami bisa melanjutkan kuliah. Ya, meski komunikasi kami nyaris putus dengannya, tetapi begitu tahu kabar Ami&#8230; lega juga rasanya.</p>
<p>Tak ada Ami, PRAS hanya bisa dibaca PRS. Hanya kami bertiga yang lebih sering bertemu. Seperti yang terjadi di Ramadhan tahun 2005, kami berjumpa di Masjid Kampus UGM untuk menikmati buka bersama. Sejak saat itu kami berusaha merutinkan perjumpaan, meski ada saja hal yang kadang tak mengizinkan. Urusan masing-masing boleh banyak, tetapi setidaknya ada dua hal pokok yang bisa kami lakukan untuk <b>menyemai kembali cinta</b> dalam persahabatan kami. Yang pertama, <b>saling menjaga komunikasi</b>, meski itu hanya lewat SMS atau facebook. Yang kedua, <b>memanfaatkan kesempatan yang ada untuk berjumpa</b>. Boleh setahun sekali berjumpa di Ramadan untuk buka bersama atau bulan berikutnya untuk syawalan. Atau juga seperti yang terjadi tanggal 1 Mei lalu. Kami merayakan ulang tahun Karni sekaligus 14 tahun persahabatan kami di <strong>Djendelo Koffie</strong>, Jl. Affandi (Gejayan).</p>
<div id="attachment_4643" class="wp-caption aligncenter" style="width: 342px"><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/20130501_192936-e1371503316350.jpg"><img class=" wp-image-4643 " alt="es krim-nya Karni :D" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/20130501_192936-e1371503316350.jpg?w=332&#038;h=300" width="332" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">es krim-nya Karni <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p></div>
<p>Lalu bagaimana dengan kadonya? Sebuah kerudung biru bercorak kami bingkiskan untuk Karni. Ia tampak senang sekali, bahkan beberapa hari setelahnya ia mengucapkan terima kasih pada kami berdua via facebook. Ya, ia menggunakan kerudung itu lalu bergambar dan memajangnya sebagai profil facebook. Wah, Karni tambah cantik!</p>
<div id="attachment_4656" class="wp-caption aligncenter" style="width: 484px"><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/karni-in-her-new-hijab.png"><img class="size-large wp-image-4656" alt="Karni and her new hijab" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/karni-in-her-new-hijab.png?w=474&#038;h=191" width="474" height="191" /></a><p class="wp-caption-text">Karni and her new hijab</p></div>
<p>Syukur alhamdulillah, tidak ada hal semenyenangkan ini jika tanpa mereka. Satu hal yang saya harapkan, sekarang hingga nanti, semoga hal sederhana semacam ini kan tetap melanggengkan persahabatan kami, insyaAllah, aamiin.</p>
<p>-<a title="GA Menyemai Cinta" href="http://forgiveaway.blogspot.com/2013/06/give-away-menyemai-cinta.html" target="_blank">Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani</a>-</p>
<p><img class="aligncenter" alt="banner GA Menyemai Cinta" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/banner-ga-menyemai-cinta.jpg?w=300&#038;h=207" width="300" height="207" /></p>
<div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asree84.wordpress.com/4603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asree84.wordpress.com/4603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4603&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asree84.wordpress.com/2013/06/18/merayakan-14-tahun-pras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/21b9079fb6a81fbb122b3a7b62fbf565?s=96&#38;d=&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">asree84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/20130501_2032581-e1371503675911.jpg?w=474" medium="image">
			<media:title type="html">Rini dan Karni, dua sahabat saya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/20130501_192936-e1371503316350.jpg?w=474" medium="image">
			<media:title type="html">es krim-nya Karni :D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/karni-in-her-new-hijab.png?w=474" medium="image">
			<media:title type="html">Karni and her new hijab</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/banner-ga-menyemai-cinta.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">banner GA Menyemai Cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Layar: Saya dan #PuisiHore2</title>
		<link>http://asree84.wordpress.com/2013/06/14/di-balik-layar-saya-dan-puisihore2/</link>
		<comments>http://asree84.wordpress.com/2013/06/14/di-balik-layar-saya-dan-puisihore2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2013 16:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Phie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Happy Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[#PuisiHore2]]></category>
		<category><![CDATA[berlatih menulis puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Larik Syair]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Perayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asree84.wordpress.com/?p=4627</guid>
		<description><![CDATA[PuisiHore2? Ya, nama acara ini adalah #PuisiHore2. Sudah sebulan berlalu, tetapi masih segar dalam ingatan. Karena tantangan inilah akhirnya saya membuat rumah maya ketiga (Larik Syair) yang berisi karya puisi. Bolehlah itu disebut sebagai portfolio online. Sebenarnya di blog utama ini banyak juga puisi yang saya tulis, terutama di tahun-tahun pertama saya nge-blog. Puisi jadul [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4627&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>PuisiHore2? Ya, nama acara ini adalah <b><a title="#PuisiHore2" href="http://butirbutirhujan.wordpress.com/2013/04/05/puisihore2/" target="_blank">#PuisiHore2</a></b>. Sudah sebulan berlalu, tetapi masih segar dalam ingatan. Karena tantangan inilah akhirnya saya membuat rumah maya ketiga (<a title="Larik Syair" href="http://lariksyair.blogdetik.com/" target="_blank">Larik Syair</a>) yang berisi karya puisi. Bolehlah itu disebut sebagai portfolio online. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Sebenarnya di blog utama ini banyak juga puisi yang saya tulis, terutama di tahun-tahun pertama saya nge-blog. Puisi jadul dari zaman saya kuliah semester pertama (tahun 2002/2003) ada di Segores Pena Phie ini.</p>
<p>O ya, saya penganut aliran “practice makes perfect”, jadi kalau saya sering mendadak mellow di manapun saya suka, itu bukan karena saya pujangga <span style="text-decoration:line-through;">kesiangan</span>, tetapi itu karena saya sedang belajar menggombal #eh <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Baiklah, lupakan intermezo menyesatkan barusan! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>#PuisiHore2 adalah kelanjutan dari tantangan #PuisiHore yang diselenggarakan oleh <strong>@aa_muizz</strong> dan <strong>@acturindra</strong> pada bulan November-Desember tahun 2012. Saya menemukan tantangan ini lewat twitter. Sebelumnya memang atas info dari seorang sedulur Warung Blogger, alhamdulillah, tertantang juga saya hehehe. Cuma, kalau ada yang mengira bisa melunasi tantangan ini hanya dengan sekali bikin puisi, setor ke blog penyelenggara, lalu habis perkara (seperti layaknya ikut giveaway), berarti kudu diluruskan terlebih dulu.</p>
<p>#PuisiHore2 bukan seperti giveaway biasanya. Durasi tantangan sekitar empat minggu. Per minggunya ada dua kali tantangan di hari berbeda. Tiap peserta diberi waktu tiga hari untuk menyelesaikan tantangan. Tantangan diberikan di akun twitter penyelenggara setiap hari Rabu (tenggat hari Jumat) dan Sabtu (tenggat hari Selasa). Yang seru, tiap tantangan memiliki temanya sendiri. Hahaha kelabakan juga awalnya, tapi <i>take it easy</i>-lah&#8230; namanya juga usaha, iya kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oke, saya akan melakukan perjalanan kilas balik sejenak. <i>Wanna join? Let’s go!! <span id="more-4627"></span></i></p>
<p>Tema pertama di #PuisiHore2 adalah <b>BEBAS</b> dengan inspirasi <b>sampul album Maroon 5 “Overexposed”</b>. Aduuh! Saya <i>sih</i> tahu beberapa lagu Maroon 5, tapi kalau memuisikan sebuah gambar&#8230; apa bisa?</p>
<p>“Jangan pernah bilang tidak, sebelum mencoba!” begitu kata si penasihat yang baik hati.</p>
<p><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/maroon-5-overexposed.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-4630" alt="Maroon 5 - Overexposed" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/maroon-5-overexposed.png?w=474"   /></a></p>
<p>Baiklah, saya tahu. Tinggal menggunakan panca indera untuk melakukan penggalian inspirasi. Yang saya tangkap dari gambar tersebut adalah kebebasan yang <i>mbablas.</i> Maka, persahabatan yang koyak juga suara hati seorang manusia yang mengingatkan sahabatnya atas perilaku buruk (konsumsi narkotika dan zat berbahaya), saya rangkum di sebuah puisi berjudul <b><a href="http://lariksyair.blogdetik.com/2013/04/12/meruah/" target="_blank">Meruah</a></b>.</p>
<p>Tema pertama <i>welldone</i>, disusul dengan tema kedua: <b>LDR</b> (<b>Long Distant Relationship</b>)! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' />  *keselek* Makjleb benar ya. Dalam hati saya bertanya, “Kenapa tema begini juga ikut serta? Gak tahu apa saya baru saja putus komitmen dan itu&#8230; LDR?” Huhuhu&#8230; Ember mana, ember&#8230;? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' />  #lebay</p>
<p>Hmm, tapi kalau dipikir-pikir bukan salah mereka bikin tema; hanya sedang bertentangan dengan kondisi saya. Apapun itu, tak boleh menyurutkan niat saya melunasi semua tantangan #PuisiHore2. Saya juga perlu memperhatikan aturan lain, yaitu tidak boleh ada kata ‘jarak’ dan harus menyertakan frasa ‘lupa mandi pagi’. <i>Yeah!</i> Maka jadilah, saya rangkum kisah perjalanan <b>Captain Cartenz</b> saat menemui saya kurang lebih dua tahun lalu. Sudut pandang yang saya ambil adalah sudut pandang orang pertama. Di situ yang berkisah adalah dia, saya sebagai penyalin pemikirannya saja #eh. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Saya sertakan juga sebuah gambar, mau saya <i>sih</i> mendeskripsikan sosok Capt, si petualang gunung yang hobi naik motor dan pernah menjadi ketua Bintaro Tiger Club serta aktif di Asosiasi Tiger Jakarta. <i>Okey</i>, setelah perjuangan memilih kata dan merangkainya, jadilah puisi berjudul <b><a href="http://lariksyair.blogdetik.com/2013/04/14/cinta-cuma-kita/" target="_blank">Cinta Cuma Kita</a></b> berhasil melunasi tantangan tema kedua, <i>based on true story</i>. Dipungkasi dengan alhamdulillah, lalu kabur biar gak pakai mewek. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lanjuuut! <i>Move on</i> ke tema ketiga. <i>Well</i>, ini <i>sih</i> perempuan banget. <b>MAKANAN</b>, dengan syarat menyebutkan setidaknya tiga nama sayuran/buah/bumbu, tanpa menyebutkan kata ‘makan’. Woohoo..! Saya kelabakan lagi, seperti biasa ahahaha. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Syukur alhamdulillah, di detik-detik yang genting itu saya teringat pada resep andalan saya, <b>Sup Jagung</b>, juga kebiasaan saya bereksperimen di dapur kalau saya pas luang waktu di akhir pekan. Maka, saya ceritakan semuanya dalam puisi berjudul <b><a href="http://lariksyair.blogdetik.com/2013/04/18/yu-pulen-dan-sup-jagungnya/" target="_blank">Yu Pulen dan Sup Jagungnya</a></b>. Sebagai pelengkap, saya tangkringkan sebuah foto dokumentasi si sup jagung. Sedaaap! Ada yang mau coba? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_4635" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/sup-jagung-ceria-300x226.jpg"><img class="size-full wp-image-4635" alt="Sup Jagung Ceria ala Yu Pulen" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/sup-jagung-ceria-300x226.jpg?w=474"   /></a><p class="wp-caption-text">Sup Jagung Ceria ala Yu Pulen</p></div>
<p>Tema keempat adalah tentang foto-foto karya <b><a href="http://foggedclarity.com/2010/03/jamie-baldridge/" target="_blank">Jamie Baldrige</a></b>. Hei, siapa lagi ini? Saya tadinya tidak mengenalnya. Baru ketika mendapat tantangan itulah, saya mulai googling dan melakukan riset kecil. Hmm, setelah itu barulah ketahuan bahwa Mr. Baldrige adalah seorang profesor fotografi di The University of Louisiana, Lafayette. Karya-karyanya nyentrik, rata-rata beraliran surealisme. Hasil kerja dan tulisannya dipajang di beberapa tempat, di antaranya The Ogden Museum of Southern Art, The Rare Books collections of the Library of Congress, Cornell University, The Sterling and Francine Clark Art Institute, The University of Colorado at Boulder, The Rhode Island Institute of Technology, dan McNeese University’s Abercrombie Collection.</p>
<p>Saat saya mengintip di Google, banyak juga koleksi foto si Mr. Baldrige ini, saya jadi bingung. Nah, kan lagi-lagi! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Untungnya tiap peserta cukup memilih salah satu lalu dipuisikan. Pilihan saya jatuh pada foto berjudul <b>Perpetual Motion</b>. Di sana tergambar seorang perempuan berambut kusut berdiri memegang miniatur kapal. Yang menarik, ia seperti sedang diterpa angin topan, sementara benda-benda di sekitarnya tampak kacau. Hm, apa lagi ya idenya? Haha, saya mengarang indah! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Sebuah puisi berjudul <b><a href="http://lariksyair.blogdetik.com/2013/04/22/di-muka-jendela/" target="_blank">Di Muka Jendela</a></b> akhirnya menjawab tantangan tema keempat. Dalam puisi ini saya mengisahkan seorang ibu yang tertekan jiwanya dan harus menjalani terapi menulis karena kehilangan anak semata wayangnya, Dany.</p>
<p>Sampai tema keempat, suasana mulai panas. Ibarat pelari marathon, saya terengah-engah tapi masih cukup stabil melanjutkan perjalanan. SemangART! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tema kelima, tak jauh beda dengan tema keempat. Hanya saja, kali ini tidak ada pilihan lain. Penyelenggara menetapkan tema <b>BUMI</b> dengan sebuah lukisan berjudul <b>Geopoliticus Child Watching the Birth of the New Man</b> karya pelukis Spanyol, <b>Salvador Dali</b>, sebagai sumber inspirasi. Lukisan bertahun 1943 itu mengungkap kritik yang dilontarkan si pelukis terhadap kondisi sosial politik dunia kala itu.</p>
<p><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/salvador-dali.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-4629" alt="Salvador Dali" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/salvador-dali.jpg?w=474&#038;h=419" width="474" height="419" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Geopoliticus Child Watching the Birth of the New Man by Salvador Dali (1943)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/oddsock/425806466/" target="_blank">credit</a></p>
<p>Menurut <span style="text-decoration:underline;"><a title="Salvador Dali-Geopoliticus" href="http://salvadordalipaintings.blogspot.com/2008/09/geopoliticus-child-watching-birth-of.html" target="_blank">sebuah sumber</a></span><a title="Salvador Dali-Geopoliticus" href="http://salvadordalipaintings.blogspot.com/2008/09/geopoliticus-child-watching-birth-of.html" target="_blank">,</a> lukisan tersebut menggambarkan kelahiran negara adidaya terlihat dari retaknya kulit “telur” bumi di bagian Amerika utara (Amerika Serikat). Simbol darah menggambarkan  Perang Dunia II. Kalau dipuisikan, itu semua sangat berat menurut saya; apalagi saya bukan orang yang kompeten menulis tentang politik. Maka, saya belokkan saja ke isu lain. Puisi berjudul <b><a href="http://lariksyair.blogdetik.com/2013/04/26/bumi-dan-durjana/" target="_blank">Bumi dan Durjana</a></b> pun berhasil saya selesaikan. Isinya menggambarkan betapa bobroknya mental manusia durjana sehingga membuat kerusakan di berbagai belahan bumi.</p>
<p>Mulai menanjak ya? Iya, benar! The Corrs bilang, saya <i>breathless</i> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  cuma, bukan untuk menyerah kalah. Tema selanjutnya, keenam adalah <b>KOTA</b>. Saya mencari-cari apa yang sekiranya menarik untuk ditulis. Perempuan dan hiruk pikuk kota mungkin bagus, tapi&#8230; obyeknya yang seperti apa? Saya pun memutar otak dan akhirnya terbetiklah ide itu: penjual jamu gendong! Ahaa&#8230;!! Keadaan sosial di negeri ini selalu punya sisi menarik untuk digali. Dengan menambah beberapa bumbu, maka jadilah puisi berjudul <b><a href="http://lariksyair.blogdetik.com/2013/04/30/perempuan-di-sudut-kota/" target="_blank">Perempuan di Sudut Kota</a></b>, berkisah tentang kehidupan seorang perempuan penjual jamu gendong yang harus menafkahi keluarga sepeninggal sang kepala keluarga.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, tema ketujuh pun dilontarkan: <b>KOMUNIKASI</b>. Hmm, apa yang bagus? Karena saya suka berkorespondensi, maka surat pun saya ambil menjadi inspirasi. Biar ada kesan romantisnya *cieee <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  * saya kisahkan curhatan seorang gadis yang doyan berkirim surat kepada kekasihnya dalam puisi berjudul <b><a href="http://lariksyair.blogdetik.com/2013/05/03/secarik-kertas-merah-muda/" target="_blank">Secarik Kertas Merah Muda</a></b>.</p>
<p>Sudah sampai di tema ketujuh, sudah berakhir tantangannya? Tentu saja, b-e-l-u-m! hehehe <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Masih ada satu tema lagi. Tema kedelapan, tema pamungkas dari #PuisiHore2 mengambil tema lagu karya <b>Peterpan/NOAH</b>. Lagi-lagi ini <i>based on true story</i>. Judul puisinya <b><a href="http://lariksyair.blogdetik.com/2013/05/04/pesan-untuk-penguntit/" target="_blank">Pesan untuk Penguntit</a></b>. Ya, masih seputar LDR dengan Capt yang berakhir, tetapi menyisakan sebuah tanya di hati karena selama beberapa bulan setelah kami putus komitmen, ia masih setia menjadi <i>stalker</i> profil facebook saya. Lagu <b>Menghapus Jejakmu</b> menjadi lagu terpilih untuk tema terakhir #PuisiHore2. Sebagaimana saya yang juga harus <i>move on</i> dan &#8230; terus melangkah pergi dari Capt.</p>
<p><i>Well</i>, itulah kilas balik <span style="text-decoration:line-through;">dan jungkir baliknya</span> saya menghadapi tantangan #PuisiHore2. Saya tidak berharap menang. Berlatih menulis puisi adalah hal menarik yang sejak setidaknya sepuluh tahun terakhir saya lakoni. Ada kepuasan tersendiri manakala saya berhasil merangkum sesuatu yang biasa disampaikan secara panjang lebar menjadi larik-larik pendek nan liris tanpa mengurangi arti. Kalaupun beberapa waktu setelah tantangan ini berakhir, saya dihubungi karena menjadi salah satu pemenang.. ya syukur alhamdulillah. Biarkan itu menjadi penyemangat saya untuk terus berkarya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/ucapan-selamat-atas-tiga-perayaan.png"><img class="aligncenter size-large wp-image-4632" alt="ucapan selamat atas Tiga Perayaan" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/ucapan-selamat-atas-tiga-perayaan.png?w=474&#038;h=116" width="474" height="116" /></a></p>
<p>Saat ini saya masih menanti tibanya hadiah tersebut, sebuah buku antologi puisi berjudul <b>Tiga Perayaan</b>. Kapan-kapan kalau ada sempat, saya akan mengupasnya di sini, tentunya jika buku tersebut sudah sampai di kaki Merapi, insyaAllah. <i>Happy weekend, Pals!</i> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asree84.wordpress.com/4627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asree84.wordpress.com/4627/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4627&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asree84.wordpress.com/2013/06/14/di-balik-layar-saya-dan-puisihore2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/21b9079fb6a81fbb122b3a7b62fbf565?s=96&#38;d=&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">asree84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/maroon-5-overexposed.png" medium="image">
			<media:title type="html">Maroon 5 - Overexposed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/sup-jagung-ceria-300x226.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sup Jagung Ceria ala Yu Pulen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/salvador-dali.jpg?w=474" medium="image">
			<media:title type="html">Salvador Dali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/ucapan-selamat-atas-tiga-perayaan.png?w=474" medium="image">
			<media:title type="html">ucapan selamat atas Tiga Perayaan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhir Pekan dan Surat Cinta</title>
		<link>http://asree84.wordpress.com/2013/06/11/akhir-pekan-dan-surat-cinta/</link>
		<comments>http://asree84.wordpress.com/2013/06/11/akhir-pekan-dan-surat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 16:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Phie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[adik asuh]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[surat cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Daksa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asree84.wordpress.com/?p=4619</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan akan menjadi saat yang menyenangkan jika ada sesuatu istimewa yang kita terima. Siapa juga yang tidak senang bila menerima surat cinta. Lhoo.. kemarin kan saya sudah menulis soal surat cintanya Kapten Bhirawa ya? Ya, itu dalam rangka berlatih menulis flash fiction, hehe. Yang saya maksud surat cinta kali ini benar-benar surat. Datangnya dari [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4619&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir pekan akan menjadi saat yang menyenangkan jika ada sesuatu istimewa yang kita terima. Siapa juga yang tidak senang bila menerima surat cinta. Lhoo.. kemarin kan saya sudah menulis soal surat cintanya Kapten Bhirawa ya? Ya, itu dalam rangka berlatih menulis <i>flash</i> <i>fiction</i>, hehe. Yang saya maksud surat cinta kali ini benar-benar surat. Datangnya dari Bandung. Sabtu sore, 2 minggu lalu pak ketua RT-lah yang mampir mengantarnya ke rumah.</p>
<p>Saat saya mendengar ada orang mengantar sesuatu, saya pikir itu kurir JNE yang sering ke rumah. Ternyata bukan. Bukan buku antologi pusi “Tiga Perayaan” yang dijanjikan oleh sponsor acara #PuisiHore2, tetapi sepucuk surat berlogo “daksa”. Walau tadinya sedikit kecewa karena saya memang sudah menunggu kehadiran buku tersebut semenjak bulan lalu, namun agaknya membaca surat cinta dari Yayasan Daksa mampu membuat perhatian saya teralih. Memori pun berputar. Saya ingat! Mungkin inilah yang dimaksud di e-mail yang saya terima beberapa bulan lalu. Saat itu Yayasan Daksa masih bernama Yayasan BISA atau BISA Foundation.<span id="more-4619"></span></p>
<div id="attachment_4621" class="wp-caption aligncenter" style="width: 484px"><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/surat-cinta-dari-daksa-found.jpg"><img class="size-large wp-image-4621" alt="surat cinta dari Bandung" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/surat-cinta-dari-daksa-found.jpg?w=474&#038;h=353" width="474" height="353" /></a><p class="wp-caption-text">surat cinta dari Bandung</p></div>
<p>Lalu apa isinya? Surat tersebut berisi profil anak asuh. Sedikit cerita, <a title="Daksa Foundation" href="http://www.daksa.or.id/" target="_blank">Yayasan Daksa (Daksa Foundation) </a>adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada upaya pemberdayaan para difabel dengan lingkup tunadaksa, tunanetra, dan tunarungu. Saya menjadi bagian dari program kemitraan orangtua/kakak asuh yang difasilitasi oleh yayasan ini. Saya tahu, penghasilan saya belum seberapa&#8230; tapi saya pikir, aji mumpung sebenarnya, mumpung saya masih diberi kesempatan. Jadi, mengapa tidak? Mampu saya baru menanggung seorang adik asuh usia SD, ya tidak apa-apa. Mudah-mudahan yang sedikit itu bermanfaat, insyaAllah, aamiin.</p>
<p>Kembali ke surat cinta. Setelah saya membaca bagian pengantar, berlanjut lagi ke halaman lampiran. Di situlah saya menemukan profil seorang gadis kecil. Entah, saya pikir ini bukan kebetulan. Ia lahir di bulan yang sama dengan saya, Maret, selisih empat hari saja. Hmm, menelusuri satu demi satu kalimat yang ada membuat perasaan di hati bercampur. Sedih, ketika mengetahui dulunya ia bukan penyandang tunanetra. Pendarahan retina yang dialaminya setahun lalu menjadi pemicu. Haru, ketika tahu ia tetap menjadi sosok gadis ceria dan lincah meski dalam keadaan seperti itu. Bangga, karena ia tetap belajar dengan penuh semangat sehingga nilai-nilai di rapornya pun lebih dari 75.</p>
<p>Ah, Dila. Saya berharap semoga kondisi penglihatannya saat ini masih bisa diusahakan untuk sembuh sehingga cita-citanya menjadi seorang perancang busana kelak dapat terwujud. Aamiin.</p>
<p>Hmm, sepertinya.. saya sudahi saja cerita saya kali ini. Sesuatu sudah menyesaki rongga dada dan kelopak mata, sudah saatnya meluncur ke kamar mandi lalu bersiap untuk tidur malam ini. <i>Have a nice dream, Pals</i>.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asree84.wordpress.com/4619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asree84.wordpress.com/4619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4619&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asree84.wordpress.com/2013/06/11/akhir-pekan-dan-surat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/21b9079fb6a81fbb122b3a7b62fbf565?s=96&#38;d=&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">asree84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/surat-cinta-dari-daksa-found.jpg?w=474" medium="image">
			<media:title type="html">surat cinta dari Bandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Urung</title>
		<link>http://asree84.wordpress.com/2013/06/09/urung/</link>
		<comments>http://asree84.wordpress.com/2013/06/09/urung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2013 17:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Phie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Ikoetan Koeis]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[giveaway]]></category>
		<category><![CDATA[surat cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asree84.wordpress.com/?p=4615</guid>
		<description><![CDATA[credit Gubraak!! Seorang gadis tersungkur memeluk sepeda onthel-nya. Seorang lelaki berbadan tegap buru-buru turun dari sepeda motor. Bhirawa, baru sehari itu ia kembali dari Surabaya dan memutuskan melepas rindu selama sepekan di Jogja, kota kelahirannya. Sedang ketiban sial, motor yang dikendarainya oleng. Maunya menghindari seekor anjing yang menyeberang jalan, tetapi malah ia sendiri menyerempet orang. [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4615&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/police-line-do-not-cross-handcuffs1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4616" alt="police-line-do-not-cross-handcuffs1" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/police-line-do-not-cross-handcuffs1.jpg?w=474"   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.kabar24.com/index.php/pembunuhan-sadis-desainer-top-semarang-2-pelaku-ditangkap-di-bali/police-line-do-not-cross-handcuffs-2/" target="_blank">credit</a></p>
<p><i>Gubraak!!</i> Seorang gadis tersungkur memeluk sepeda <i>onthel</i>-nya. Seorang lelaki berbadan tegap buru-buru turun dari sepeda motor. Bhirawa, baru sehari itu ia kembali dari Surabaya dan memutuskan melepas rindu selama sepekan di Jogja, kota kelahirannya. Sedang ketiban sial, motor yang dikendarainya oleng. Maunya menghindari seekor anjing yang menyeberang jalan, tetapi malah ia sendiri menyerempet orang.</p>
<p>Tergopoh-gopoh Bhirawa menghampiri si gadis sembari meminta maaf. Gadis itu tidak bersuara. Ia hanya meringis menahan sakit di tubuhnya. Dalam diam, si gadis berusaha berdiri. Bhirawa tampak kikuk. Permintaan maaf dan uluran tangannya tak digubris. Setelah mampu berdiri, gadis itu hanya memandangnya sesaat lalu menunduk, kemudian berlalu dari hadapannya sambil menuntun sepeda <i>onthel</i>. Bhirawa gusar. Dari kejauhan matanya masih mengekor gadis manis berambut panjang yang baru saja diserempetnya. “Hebat! Ia tersungkur, tetapi sama sekali tak mengeluh, apalagi protes kepadaku.”<span id="more-4615"></span></p>
<p>Sepanjang perjalanan pulang pikiran Bhirawa mengawang, tercuri oleh si gadis pengendara sepeda <i>onthel</i>. Parasnya yang manis, bola matanya yang jeli, kulitnya yang resik, rambutnya yang ikal panjang itu&#8230;, ah! Pikirannya melambung tak tentu arah. Hingga larut malam kedua matanya bahkan enggan terpejam. Ada yang keliru dengan hatinya; sesuatu yang telah lama tidak singgah. Inikah yang orang bilang ‘cinta pada pandangan pertama’? Tak pelak, gulana hati membuat jemarinya menari di atas lembaran kertas. Sepucuk surat cinta tempatnya mencurahkan rasa pun selesai ia tulis tepat pukul 01.00. Sembari tersenyum simpul, ia selipkan surat itu di saku jaket kesayangannya. Maksud hati agar lain hari ia bisa menyampaikannya kepada si gadis manis.</p>
<p>Sehari kemudian, Bhirawa melewati jalan yang sama. Kali ini ia bersama sahabat lawasnya, Haryo. Sore itu mereka mengadakan reuni kecil, sekadar kangen-kangenan setelah lima tahun tak bersua. Sepulangnya, mobil yang dikendarai Haryo melintas di lokasi penyerempetan. Sepasang mata Bhirawa sibuk mencari-cari sesuatu. Gadis itu tidak tampak, hanya ada sebuah <i>police line</i> melintang beberapa meter dari lokasi mereka bertemu. Perasaan Bhirawa tak enak, tapi ia hanya diam. Tangan kanannya merogoh saku jaket. Surat itu masih ada di sana. Haryo yang tadinya diam, menghela napas lalu bersuara, seolah mengerti apa yang ada di pikiran kawan karibnya, “<i>Police line</i> itu ya? Semalam ada kejadian pembunuhan di situ, Kapten Bhirawa. Korbannya perempuan tuna wicara. Kalau aku tak keliru ingat, namanya Sri. Ia sering melintas di tempat itu dengan sepeda <i>onthel </i>untuk mengantar-jemput ibunya. Ckckck&#8230; Dasar preman gak waras&#8230;!!!”</p>
<p>*<a title="GA Senandung Cinta" href="http://jatuhcinta.me/fiksi/flash-fiction-writing-contest-senandung-cinta/" target="_blank">Cerita  ini diikutsertakan pada Flash Fiction Writing Contest: Senandung Cinta</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asree84.wordpress.com/4615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asree84.wordpress.com/4615/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4615&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asree84.wordpress.com/2013/06/09/urung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/21b9079fb6a81fbb122b3a7b62fbf565?s=96&#38;d=&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">asree84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/police-line-do-not-cross-handcuffs1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">police-line-do-not-cross-handcuffs1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulasan Film: Plain Truth</title>
		<link>http://asree84.wordpress.com/2013/06/07/ulasan-film-plain-truth/</link>
		<comments>http://asree84.wordpress.com/2013/06/07/ulasan-film-plain-truth/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2013 15:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Phie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review ala Phie]]></category>
		<category><![CDATA[Alison Pill]]></category>
		<category><![CDATA[Amish]]></category>
		<category><![CDATA[drama misteri]]></category>
		<category><![CDATA[film barat]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Mariska Hargitay]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Plain Truth]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asree84.wordpress.com/?p=4595</guid>
		<description><![CDATA[credit Judul film: Plain Truth Sutradara: Paul Shapiro Tahun rilis: 2004 Genre: drama misteri, kriminal Cuplikan cerita: Sebuah farmland milik keluarga Amish di Lancaster County, Pennsylvania, geger karena ditemukannya mayat bayi baru lahir. Peristiwa ini kontan melibatkan polisi. Seorang detektif, Lisa Munro (Laura Leigh Hughes), melakukan pengumpulan bukti dan saksi. Ia mencurigai salah seorang anggota [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4595&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4609" class="wp-caption aligncenter" style="width: 254px"><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/plain-truth.jpg"><img class="size-full wp-image-4609" alt="Plain Truth (2004)" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/plain-truth.jpg?w=474"   /></a><p class="wp-caption-text">Plain Truth (2004)</p></div>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.tigerdirect.com/" target="_blank">credit</a></p>
<p>Judul film: <strong>Plain Truth</strong></p>
<p>Sutradara: <strong>Paul Shapiro</strong></p>
<p>Tahun rilis: <strong>2004</strong></p>
<p>Genre: drama misteri, kriminal</p>
<p>Cuplikan cerita:</p>
<p>Sebuah <i>farmland</i> milik keluarga Amish di Lancaster County, Pennsylvania, geger karena ditemukannya mayat bayi baru lahir. Peristiwa ini kontan melibatkan polisi. Seorang detektif, <b>Lisa Munro </b>(<b>Laura Leigh Hughes</b>), melakukan pengumpulan bukti dan saksi. Ia mencurigai salah seorang anggota keluarga Fitch terlibat dalam kasus ini, <b>Katie Fitch</b> (<b>Alison Pill</b>), anak perempuan keluarga Fitch yang terpergok mengalami pendarahan. Sementara Katie dilarikan ke rumah sakit, sang ibu, <b>Sarah Fitch</b> (<b>Kate Trotter</b>) tidak tinggal diam. Ia bertemu seorang sahabatnya, <b>Leda</b> (<b>Catherine Disher</b>) untuk meminta bantuan. Jerat hukum tentu mengancam Katie jika ia memang terbukti melakukan pembunuhan terhadap bayinya tersebut.</p>
<p>Leda segera menghubungi salah satu pengacara kenalannya, <b>Ellie Harisson</b> (<b>Mariska Hargitay</b>). Pada awalnya Ellie menolak permintaan tersebut karena selama ini ia khusus menangani kasus kejahatan kerah putih. Namun, setelah Katie dijemput paksa oleh polisi di rumah sakit dan ibunya menelepon meminta bantuan, Ellie pun luluh dan menyanggupi untuk menjadi pendamping hukum Katie Fitch.</p>
<p>Ellie muncul di persidangan pertama Katie. Setelahnya, ia meminta kepada dewan hakim untuk melakukan penelusuran bukti guna melakukan tugasnya sebagai pembela. Ia pun diberi kesempatan dan tinggal sementara di <i>farmland</i> keluarga Fitch.<span id="more-4595"></span></p>
<p>Penelusuran dilakukan. Nyatanya, membongkar kebenaran tak selamanya berjalan mulus. Sikap Tuan <b>Aaron Fitch</b> (<b>Jan Niklas</b>) yang tertutup dan kaku, juga Katie yang seolah tidak mau bekerja sama dengan Ellie memperumit keadaan. Setiap kali informasi dikorek, yang dilakukan Katie adalah menyangkalnya, terus-menerus begitu. Katie selalu menyatakan dirinya tidak hamil. Hal ini membuat Ellie makin penasaran. Ia pun meminta bantuan <b>Cooper</b> (<b>Jonathan LaPaglia</b>), seorang temannya yang berprofesi sebagai psikiater, sekadar membuktikan bahwa yang disampaikan Katie bukan kebohongan.</p>
<p>Kesempatan memperoleh bukti baru terbuka ketika seorang pemuda, <b>Jacob Fitch</b> (<b>Alec McClure</b>), datang ke <i>farmland</i> tersebut. Jacob adalah kakak Katie, tetapi anehnya Tuan Fitch tidak mengakuinya sebagai anak semenjak Hanna Fitch, saudara perempuannya, meninggal karena tenggelam.</p>
<p>Kehadiran Jacob tidak disiakan Ellie. Dari pengakuan Jacob, diperoleh bukti bahwa Katie sering menjenguk Jacob di sekolah. Disusul kemudian dengan penemuan bukti foto Katie bersama seorang pemuda asing. Dari situlah kemudian muncul nama <b>Adam Sinclair</b> (<b>Christopher Ralph</b>), teman Jacob yang berkenalan dengan Katie di sebuah pesta perayaan Thanksgiving.</p>
<p>Jadi, sebenarnya siapa Adam Sinclair? Mengapa Katie terus menerus menyangkal bahwa dirinya hamil? Lalu, siapa sebenarnya yang melakukan rencana pembunuhan bayi tersebut dan bagaimana kelanjutan nasib Katie? Apakah komunitas Amish akan tetap menerimanya?</p>
<p>***</p>
<p><i>Well</i>, menonton film berdurasi satu setengah jam ini membuat saya mengerutkan kening berkali-kali. Ya, film bernuansa misteri selalu begitu; demikian juga dengan <b><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plain_Truth_(TV_film)" target="_blank">Plain Truth</a></b>. Film yang diangkat dari sebuah<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plain_Truth" target="_blank"> novel karya </a><b><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plain_Truth" target="_blank">Jodi Picoult</a></b> ini membuat saya menikmati detail penyelidikan dan pendekatan yang dilakukan seorang pendamping hukum demi melindungi klien-nya.</p>
<p>Sayangnya, saya tidak bisa memberikan nilai tinggi untuk film peraih <b><a title="Plain Truth award" href="http://www.imdb.com/title/tt0420075/awards?ref_=tt_awd" target="_blank">DGC Craft Award tahun 2005</a></b> ini. Hm, dari angka 1 sampai 10&#8230; 6,5 sepertinya cukup menggambarkan betapa ‘plain’—datar alur cerita Plain Truth. Satu-satunya yang melonjak adalah pelintiran alias <i>twist</i> di akhir cerita. Saya sendiri tercengang melihatnya. <em>So</em>, adakah yang tertarik dan ingin tercengang? Tonton sendiri deh <i><strong><a href="http://www.youtube.com/watch?v=5rYN9R-FaPE" target="_blank">movie</a></strong></i>-nya! <i>Happy watching, Pals!</i> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asree84.wordpress.com/4595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asree84.wordpress.com/4595/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4595&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asree84.wordpress.com/2013/06/07/ulasan-film-plain-truth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/21b9079fb6a81fbb122b3a7b62fbf565?s=96&#38;d=&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">asree84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/06/plain-truth.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Plain Truth (2004)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aka, si Hitam Kesayangan</title>
		<link>http://asree84.wordpress.com/2013/05/31/aka-si-hitam-kesayangan/</link>
		<comments>http://asree84.wordpress.com/2013/05/31/aka-si-hitam-kesayangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 May 2013 13:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Phie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikoetan Koeis]]></category>
		<category><![CDATA[Untuk Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[barang kesayangan]]></category>
		<category><![CDATA[giveaway]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah]]></category>
		<category><![CDATA[sandal gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asree84.wordpress.com/?p=4568</guid>
		<description><![CDATA[Mendaki gunung lewati lembah Sungai mengalir indah ke samudera Bersama teman bertualang Sepenggal syair OST Ninja Hatori di atas sepertinya menjadi lagu yang pas menemani perjalanan saya dan si Hitam. Semenjak kehadirannya pertengahan tahun 2012, hari-hari makin berwarna karena dia sangat nyaman dipakai. Kini, ke manapun saya pergi dolan, ia selalu saya pakai. Baiklah, saya [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4568&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="padding-left:30px;"><i>Mendaki gunung lewati lembah</i></p>
<p style="padding-left:30px;"><i>Sungai mengalir indah ke samudera</i></p>
<p style="padding-left:30px;"><i>Bersama teman bertualang</i></p>
<p>Sepenggal syair OST Ninja Hatori di atas sepertinya menjadi lagu yang pas menemani perjalanan saya dan si Hitam. Semenjak kehadirannya pertengahan tahun 2012, hari-hari makin berwarna karena dia sangat nyaman dipakai. Kini, ke manapun saya pergi <i>dolan</i>, ia selalu saya pakai. Baiklah, saya akan mulai berkisah bagaimana bisa si Hitam menjadi barang kesayangan seperti sekarang.</p>
<p>Pertemuan saya dan <span style="text-decoration:underline;">Aka</span> berawal dari sebuah pemberitahuan seorang anggota Forum Muslimah Tangguh (FMT), Isma. Ini soal acara jelajah wisata, di mana lagi kalau bukan Merapi tercinta #tsaah <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Seminggu sebelumnya, setelah melakukan pembayaran pendaftaran peserta trekking secara kolektif bersama anggota tim FMT, saya pun pergi ke sebuah toko di bilangan Jl. Prof. Yohanes, Sagan. Nama tokonya, Duarte. Ingat benar waktu itu sore. Sepulang dari redaksi saya sempatkan mampir ke toko perlengkapan kegiatan <i>outdoor</i> tersebut.<span id="more-4568"></span></p>
<p>Bersama Ezy, saya melaju menembus jalanan yang lumayan padat. Sesampainya di sana, hmm.. mulailah mata saya melakukan seleksi. Melirik kanan-kiri, mana saja yang sekiranya pas dengan kocek. Saya beradu cepat dengan seorang laki-laki muda. Ya, tidak ada model khusus perempuan, jadilah&#8230; siapa cepat, dia dapat. Tak lebih dari 5 menit saya pun terpikat oleh sebuah sandal gunung berwarna hitam berukuran 40 merek akasaka. Langsung saja, saya ambil dan mencobanya. Solnya tebal, lumayan mantap untuk berjalan. Cuma, ada satu catatan: sedikit lebih panjang untuk kaki saya.</p>
<p>O ya, apa kabar rival saya? Si pemuda tadi sekilas memperhatikan saya yang berjalan mematut diri. Mungkin sekadar ingin meyakinkan bahwa ia tidak bermimpi melihat perempuan mungil berkerudung dengan rok panjang di sebelahnya membeli sebuah sandal gunung. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Saya sih cuek saja. Kebiasaan! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah saya rasa pas, akhirnya saya membulatkan niat untuk bertanya kepada seorang pramuniaga.</p>
<p style="padding-left:30px;">“Mas, yang ukuran lebih kecil dari ini, masih ada?”</p>
<p style="padding-left:30px;">“Oh, sebentar ya, Mbak..”</p>
<p>Beberapa menit kemudian pramuniaga tersebut membawa stok untuk saya.</p>
<p style="padding-left:30px;">“Ini ukuran paling kecil, Mbak.”</p>
<p style="padding-left:30px;">“Berapa, Mas?”</p>
<p style="padding-left:30px;">“39”</p>
<p style="padding-left:30px;">“Oke, saya coba, boleh?”</p>
<p style="padding-left:30px;">“Silakan, Mbak..”</p>
<p>Lalu, mulailah saya memakainya <span style="text-decoration:line-through;">lalu berlenggak-lenggok,</span> mengepas. Paaas! Di kocek, di kaki, dan di hati #eaaa <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="padding-left:30px;">“Mas, saya jadi beli yang ini ya”</p>
<p>***</p>
<p>Wajah saya sumringah sore itu. Senang  punya kawan baru sepasang <span style="text-decoration:underline;">sandal gunung</span>. Seminggu kemudian, saya <i>nganyari</i> dan mengajak Aka menjelajah lereng Merapi. Acara yang digagas oleh Departemen Pariwisata Kabupaten Sleman ini berlangsung pada hari Ahad tanggal 24 Juni 2012, bertajuk “<a title="Ekspedisi Lereng Merapi" href="http://asree84.wordpress.com/2012/11/26/menjajal-nyali-di-ekspedisi-lereng-merapi-2012/" target="_blank">Ekspedisi Lereng Merapi</a>”. Hm, keren ya? Sekeren jalur jelajahnya yang menurut panitia sepanjang 8 km, setidaknya. Setelah saya pikir dan rasakan sendiri jalur Gardu Pandang—Jl. Boyong—Kaliurang selatan—Kaliurang timur—Bukit Pronojiwo/Taman Nasional Gunung Merapi—Telaga Putri—Gardu Pandang itu kok ya lebih dari 8 km ya. Ahahaha alhamdulillah, gempor juga kedua kaki! *buru-buru oles krim Coun**pain*</p>
<div id="attachment_4586" class="wp-caption aligncenter" style="width: 389px"><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/05/aka-si-hitam.jpg"><img class=" wp-image-4586 " alt="Aka si Hitam usai turun dari puncak bukit Turgo" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/05/aka-si-hitam.jpg?w=379&#038;h=506" width="379" height="506" /></a><p class="wp-caption-text">Aka si Hitam usai turun dari puncak bukit Turgo</p></div>
<p>Penjelajahan pertama Aka tersebut berlanjut di tahun berikutnya, 2013. Februari, saya mengajaknya <i><a title="Menanam Cinta di Bukit Menoreh" href="http://asree84.wordpress.com/2013/03/09/bersama-menanam-cinta-di-bukit-menoreh/" target="_blank">mbolang</a></i><a title="Menanam Cinta di Bukit Menoreh" href="http://asree84.wordpress.com/2013/03/09/bersama-menanam-cinta-di-bukit-menoreh/" target="_blank"> ke lereng Menoreh</a> bersama teman-teman Sahabat Lingkungan dan Walhi Jogja. Akhir Maret lalu saya mengajak serta Aka setengah hari <a title="Ekspedisi Puncak Bukit Turgo" href="http://hijabographic.com/post/48760711829/myhijabstory-merdekadenganhijab-menaklukkan-puncak" target="_blank">mendaki bukit Turgo bersama teman-teman FMT</a>. Tentunya di sela-sela waktu penjelajahan ia masih setia juga menemani saya mengendarai Ezy ke rumah siswa. Akhir pekan ini? InsyaAllah, Sabtu, 1 Juni, saya diajak seorang sahabat lawas <i>mbolang</i> ke Kinahrejo, Cangkringan untuk ke sekian kali. Pokoknya kalau sudah <i>mbolang</i> bersama Aka, <em>wiiis</em>.. mantap! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;">*<a title="GA Argalitha" href="http://argalitha.blogspot.com/2013/05/giveaway-wedges-kaos-dan-buku.html" target="_blank">Diikutsertakan dalam Giveaway Wedges, Kaos, dan Buku di www.argalitha.blogspot.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asree84.wordpress.com/4568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asree84.wordpress.com/4568/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4568&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asree84.wordpress.com/2013/05/31/aka-si-hitam-kesayangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/21b9079fb6a81fbb122b3a7b62fbf565?s=96&#38;d=&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">asree84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/05/aka-si-hitam.jpg?w=474" medium="image">
			<media:title type="html">Aka si Hitam usai turun dari puncak bukit Turgo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghibur Ezy</title>
		<link>http://asree84.wordpress.com/2013/05/30/menghibur-ezy/</link>
		<comments>http://asree84.wordpress.com/2013/05/30/menghibur-ezy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 May 2013 12:52:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Phie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[Ezy]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[mogok]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asree84.wordpress.com/?p=4462</guid>
		<description><![CDATA[Ezy&#8230; Siapa yang belum kenal dengan motor saya ini? Yang antik dan tiada duanya (menurut saya) *abaikan! Eh tapi kalau ada yang masih penasaran, boleh singgah di tulisan paling detail tentang my beloved Ezy lhoo.. Baiklah, bicara soal Ezy dan musim hujan, ibaratnya seperti melihat trending topic di twitter kepala saya. Antara bersyukur atas karunia [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4462&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ezy&#8230; Siapa yang belum kenal dengan motor saya ini? Yang antik dan tiada duanya (menurut saya) *abaikan! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Eh tapi kalau ada yang masih penasaran, boleh singgah di tulisan paling detail tentang<a title="My Beloved Ezy" href="http://asree84.wordpress.com/2010/07/15/my-beloved-ezy/" target="_blank"> my beloved Ezy</a> lhoo.. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Baiklah, bicara soal Ezy dan musim hujan, ibaratnya seperti melihat <em>trending topic</em> di <del>twitter</del> kepala saya. Antara bersyukur atas karunia Gusti Allah SWT dan mengeluh karena itu berarti saya harus sejenak berjalan lambat. <em>Slow</em> kalau kata orang Walandi sana. Memangnya? Ezy itu lemah dengan air. Bukan asal kecipratan lho, lebih tepatnya alergi hujan. Hm, mungkin seperti saya juga. Apa itu dipengaruhi juga oleh lambang zodiak saya yang biri-biri itu #eh <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, kalau Ezy sudah mulai basah karena derasnya hujan, saya yang harus pintar-pintar menghiburnya. *pakai kostum badut* Itu seperti yang saya alami kemarin sore. Saya memang pulang lebih sore dari biasanya. Langit Bulaksumur sudah mendung dan heiii.. yang paling mengkhawatirkan adalah langit sebelah utara. Dalam hati saya sudah berdoa, <em>request</em> sama Gusti Allah supaya hujannya dimundurkan seperti biasa *memang bisa?*</p>
<p>Percaya atau tidak, sering saya mengalaminya. Entah, itu bernama  dimundurkan, ditunda, atau apa.. yang jelas hujan turun demikian derasnya begitu saya sampai di rumah. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> <span id="more-4462"></span></p>
<p>Oke, anggap saja itu hiburan buat saya. Meski begitu, kadang saya juga kena apes. Harus berbasah kuyup dan bonusnya bertambah ketika Ezy ngambek di tengah perjalanan. Kemarin sore adalah edisi ke sekian puluh atau mungkin&#8230; ratusan? Lebih! *ngiklan lebay*</p>
<p>Yup, Ezy ngambek tepat ketika perjalanan tinggal sekitar 1 km ke depan. Saya sudah berusaha memberi dia sorakan paling manis ala cheerleader, tapi sayangnya tidak mempan. *ouch! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Alhasil, saya harus menuntunnya ke tepian, ke sebuah emper toko yang tutup. Suasana gelap menjelang magrib ditambah mendung tebal membuat saya gak ngeh kalau di situ juga sedang berteduh dua orang anak muda, mungkin seusia dengan adik ragil saya. Saya pinggirkan Ezy dan berteduh di sebelah mereka hingga kondisi memungkinkan untuk menghibur Ezy.</p>
<p>Lumayan lama juga saya menanti hujan sambil mengamati jalan. Tidak ada yang menarik, tentu saja! Rok dan jaket sudah basah kuyup, yang ada menikmati rasa gatal dan lengket di badan.. hmm, tahan, Phie! Beberapa menit berlalu, hujan mereda. Lampu emper toko tiba-tiba menyala. Mungkin si empu toko merasa kasihan melihat kami <em>njedhindhil</em> (=basah kuyup) kedinginan. Syukurlah&#8230; Suasana jadi lebih menyenangkan. Mulailah saya menghampiri Ezy. Memindahkannya ke tempat yang lebih teduh, mencoba men-starter-nya beberapa kali. Beberapa kali memencet tombol starter, tidak berhasil juga. Tiba-tiba salah seorang dari anak muda tersebut menghampiri saya.</p>
<p style="padding-left:30px;">&#8220;Saya bantu, Bu&#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>Baguuus! Ini dia calon pria sejati, kalau ada yang membutuhkan bantuan tanpa diminta pun turun tangan. Beberapa kali dia berusaha men-starter Ezy dengan starter kaki. Saya salut juga dengan usahanya, meskipun pada akhirnya gagal. Ckckckck&#8230; Ezy, sepertinya saya (lagi) yang harus menghiburmu.</p>
<p style="padding-left:30px;">&#8220;Makasih, Mas.. Coba saya yang starter lagi. &#8220;</p>
<p>Anak muda itu menjauh, mempersilakan saya mengambil alih komando. Baiklah, saya mulai acara menghibur Ezy. Tak perlu memakai kostum badut karena mantel hijau yang saya pakai dengan beberapa tambalan di sekitar leher itu cukup membuat ibu saya menggeleng kegelian seperti sedang melihat seorang badut sirkus <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya pun membuka jok, lalu membuka kotak peralatan. Di kotak tersebut tersimpan peralatan yang siap sedia digunakan pada kondisi darurat. Dua alat saya sambar. Tak tahu apa namanya, yang jelas itu digunakan untuk membongkar busi! Ah, saya lupa  membawa lap kering! Selain itu seharusnya saya membeli busi cadangan beberapa hari sebelumnya ketika mengantar Ezy <em>check up</em> di Prima Motor. Heran, kalau sudah terjepit seperti itu baru ingat. Namun, benar kata pepatah, menyesal sungguh tiada berguna. Tidak pula bisa memperbaiki keadaan, apalagi membuat Ezy tahu-tahu sembuh dari ngambeknya.</p>
<div id="attachment_4574" class="wp-caption aligncenter" style="width: 484px"><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/05/ezy-di-bengkel.jpg"><img class="size-large wp-image-4574" alt="check up terakhir Ezy di Prima Motor: ganti laker depan" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/05/ezy-di-bengkel.jpg?w=474&#038;h=355" width="474" height="355" /></a><p class="wp-caption-text">check up terakhir Ezy di Prima Motor: ganti laker depan</p></div>
<p>Saya tahu harus apa. Ini berkat sindiran ibunda tercinta beberapa tahun lalu&#8230; sindiran tentang pengetahuan minimal yang harus saya tahu sebagai pengendara sepeda motor. Kedua tangan telah siap beraksi memainkan kedua alat tadi, lalu saya mengambil posisi jongkok dan mulai <strong>membongkar busi</strong>. Benar saja, basah dan sedikit kotor. Untung hanya sedikit, saya tidak membawa amplas. Sementara lap kering pun terlupa. <em>Scarf</em> penutup muka saya juga sudah basah, tidak mungkin lagi menggunakannya.. kecuali, masih ada satu barang yang bisa saya gunakan. Saya meraba-raba rok. Bagian bawahnya basah, tapi lebih ke atas masih kering. Hahaha.. siapa yang bisa melihat kecuali saya? #eh *tengok kanan-kiri* Untung saja rok saya itu berwarna gelap, lagipula sesampainya di rumah juga dicuci. Kotor, basah, siapa takuuut?!</p>
<p>Akhirnya saya lap busi lalu mengembalikannya, mengencangkan, dan memasangnya kembali seperti sedia kala. Meniup-niup tutup busi, lalu memasangnya ke ujung busi sampai bunyi klik. Dua alat ajaib itu segera kembali ke kandangnya. Jok saya tutup. <em>Welldone!!</em> Tinggal bibir komat-kamit membaca basmalah sambil menekan tombol starter&#8230;,</p>
<p style="padding-left:30px;">&#8220;Nggrruungg!!&#8221;</p>
<p>Alhamdulillah..! Berhasil juga acara menghibur Ezy petang itu. Saya panaskan sejenak mesin sebelum kembali melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Eh tapi, apa kabar dua orang anak muda baik hati tadi ya? Mereka terlihat setengah bengong melihat saya menghibur Ezy. Saya sih gak bereaksi apa-apa selain mengucap terima kasih atas bantuannya lalu ngeloyor pergi. Ayo, Zy.. kita pulang lalu mandiii!! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asree84.wordpress.com/4462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asree84.wordpress.com/4462/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4462&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asree84.wordpress.com/2013/05/30/menghibur-ezy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/21b9079fb6a81fbb122b3a7b62fbf565?s=96&#38;d=&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">asree84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/05/ezy-di-bengkel.jpg?w=474" medium="image">
			<media:title type="html">check up terakhir Ezy di Prima Motor: ganti laker depan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belanja, Antara Butuh dan Ingin</title>
		<link>http://asree84.wordpress.com/2013/05/27/belanja-antara-butuh-dan-ingin/</link>
		<comments>http://asree84.wordpress.com/2013/05/27/belanja-antara-butuh-dan-ingin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 May 2013 04:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Phie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perempuan & Dunianya]]></category>
		<category><![CDATA[aksesoris wanita]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kepentingan]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola uang]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asree84.wordpress.com/?p=4554</guid>
		<description><![CDATA[Wanita dan pernik. Dua kata itu mungkin bisa mewakili betapa pernak-pernik alias aksesoris memang tidak bisa lepas dari dunia wanita. Mulai dari yang paling simpel dan murah meriah hingga yang mewah dan mahal, bisa dijumpai dengan sangat mudah sekarang ini. Demi memanjakan kesukaan wanita masa kini, butik dan toko aksesoris menjamur di sana-sini. Tak ketinggalan, [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4554&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Wanita dan pernik. Dua kata itu mungkin bisa mewakili betapa pernak-pernik alias aksesoris memang tidak bisa lepas dari dunia wanita. Mulai dari yang paling simpel dan murah meriah hingga yang mewah dan mahal, bisa dijumpai dengan sangat mudah sekarang ini. Demi memanjakan kesukaan wanita masa kini, butik dan toko aksesoris menjamur di sana-sini.</p>
<div id="attachment_4555" class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><a href="http://asree84.files.wordpress.com/2013/05/kalung.jpg"><img class=" wp-image-4555" title="kalung cantik" alt="kalung cantik" src="http://asree84.files.wordpress.com/2013/05/kalung.jpg?w=210&#038;h=210" width="210" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">aksesoris cantik</p></div>
<p>Tak ketinggalan, di kota seperti Jogja pun demikian. Begitu turun gunung dan masuk wilayah kota, beberapa toko <a title="aksesoris wanita" href="http://laku.com/aksesoris.html" target="_blank"><b>aksesoris wanita</b></a> dengan sangat manis terpampang, kalau orang Jawa bilang, “ngawe-awe”. Sesekali mupeng juga saya melihat <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakaian" target="_blank">barang-barang cantik</a></strong> terpajang di etalase toko. Sepatu, <a title="tas wanita" href="http://laku.com/tas.html" target="_blank"><b>tas wanita</b></a>, bros, cincin, kalung, gelang, dan masih banyak lagi&#8230;. Namun demikian, ada baiknya saya sebagai emak <i>wannabe</i> mampu mengendalikan diri. <i>For me, it’s a must!<span id="more-4554"></span></i></p>
<p style="padding-left:30px;">“Berbelanjalah sesuai kebutuhan, bukan keinginan.”</p>
<p>Prinsip inilah yang saya pegang sejak saya tahu seperti apa nikmatnya berbelanja. Butuh versus ingin, apa sih bedanya? Beda dong! Menurut makna kamusnya saja berbeda. Yuk, kita intip di <a title="KBBI daring" href="http://kbbi.web.id/" target="_blank">KBBI daring</a>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><i>Kebutuhan</i>, berasal dari kata kerja <i>butuh</i>, yang artinya <i>memerlukan</i>; sedangkan <i>keinginan</i>, berasal dari kata <i>ingin</i>, yang artinya <i>mau, hendak</i>. Ada tingkat kepentingan yang berbeda antara kebutuhan dan keinginan.</p>
<p>Seorang <i>financial</i> <i>advisor</i>, <a title="Aidil Akbar" href="http://www.aidilakbar.com/" target="_blank">Aidil Akbar</a>, selalu menekankan masalah ini saat menanggapi pertanyaan <i>klien</i>-nya terkait uang dan belanja, apalagi kalau sudah menyangkut penggunaan kartu kredit. Pernah suatu ketika saya mendengar siaran bang Aidil di <i>channel</i> radio favorit. Nama acaranya <a title="FeMale Radio" href="http://www.femaleradio.com/" target="_blank"><i>FeMale</i> <i>Money</i> <i>and</i> <i>Business</i></a>; kalau tidak keliru ingat beliau berkata seperti ini,</p>
<p style="padding-left:30px;">“Bu, jangan sampai deh dibela-belain ngutang kartu kredit demi memenuhi keinginan. Lihat tetangga kalung <i>and</i> cincinnya gede, terus pengen seperti itu. Tolong, pilah antara kebutuhan dengan keinginan. Mana yang benar-benar penting, itulah yang dibeli. Jangan sampai nyesel di kemudian hari gara-gara utang kartu kreditnya numpuk!”</p>
<p>Olalaa&#8230; demi keinginan lalu berani menumpuk utang? <i>Well</i>, kalau menurut saya sebaiknya tidak seperti itu ya. Wanita Indonesia, terutama, sudah semestinya merawat diri dan tampil cantik. Namun, sewajarnya saja. Jangan sampai deh demi <i>jor</i>-<i>joran</i> dengan tetangga lalu kalung sebesar pelek becak pun rela dipakai. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Dear Ladies</em>, tidak ada salahnya kok berbelanja, tentu dengan mempertimbangkan baik-baik level kepentingan dan skala prioritasnya. Semua keputusan ada di tangan kita. Jadi, mari lebih bijaksana berbelanja. Mau tetap tampil cantik sewajarnya boleh, mau numpuk utang sampai anak cucu pun boleh. #eh hehehe <i>So?</i> Selamat berbelanja! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asree84.wordpress.com/4554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asree84.wordpress.com/4554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asree84.wordpress.com&#038;blog=12169915&#038;post=4554&#038;subd=asree84&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asree84.wordpress.com/2013/05/27/belanja-antara-butuh-dan-ingin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/21b9079fb6a81fbb122b3a7b62fbf565?s=96&#38;d=&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">asree84</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asree84.files.wordpress.com/2013/05/kalung.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kalung cantik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
