Semburat Jingga di Batas Asa

Delapan hari pun berlalu….

Sasti melangkah pergi. Mencoba menutup pintu pagar sebuah rumah, tapi tak berhasil. Tak elak, ia tinggalkan pintu pagar itu menganga. Sesaat deru sepeda motornya menghambur di tengah rinai hujan. Hatinya mendidih. Terasa begitu perih. Sesampai di rumah, dengan langkah terburu ia masuk ke kamar bercat biru laut. Dihempaskan tubuh mungilnya itu ke atas dipan. Sebentar kemudian tergugu ia. Bahunya terguncang-guncang menahan deras air mata. Terus. Terus dan terus…. Basahlah sprei hijau kesukaannya. Sementara tangisnya belum juga reda, dicopotnya kerudung putih dan kacamata yang sedari tadi setia menemani meringkuk sedih. Sendiri, di sudut kamar. Dari atas dipan Sasti melihat nanar sebuah kantong berwarna ungu tergeletak pasrah di atas meja belajarnya. Kantong kain yang mengingatkannya pada kejadian setengah jam sebelumnya, di sebuah teras rumah.

Lanjut membaca

Plan A untuk Klanduhan

Pertengahan Maret 2010

PROPOSAL KEGIATAN
PENGHIJAUAN DAERAH ALIRAN KALI KLANDUHAN CANDI KARANG

Latar Belakang Pemikiran

Isu lingkungan dan pemanasan global yang kian marak mendorong setiap elemen masyarakat untuk berpastisipasi, satu di antaranya adalah GO GREEN Jogja sebagai salah satu program yang digalakkan di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemuda Candi Karang yang tergabung dalam Kadang Anem IX sebagai bagian dari generasi muda DIY merasa perlu melibatkan diri dalam program menuju lingkungan yang lebih hijau dan asri bagi DIY.
Lanjut membaca

Berburu Inocarpus

Awal Maret 2010
Bulan ketiga telah masuk; kepalaku masih terfokus pada Klanduhan, kali yang memberiku begitu banyak kenangan indah semasa kanak-kanak. Ah, rencana mengajukan proposal sudah disusun dan teman-teman telah memberikan respon terbaik mereka. Bahkan mengagendakan penghijauan daerah aliran Klanduhan di kampungku sebagai program utama Kadang Anem. Senang sekali mendapat sambutan hangat semacam itu.

Di balik layar, aku pun bersiap; memburu dan menyimpan semua bahan proposal serta mencicil untuk menuliskannya di komputer rumah. Beberapa pustaka telah kudapatkan lewat browsing internet. Tentang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), tentang pentingnya penyelamatan ekosistem sungai, juga menyediakan daerah hijau tadah hujan di sekitar kampungku.

“Tunggulah sebentar lagi, Klanduhan..” batinku.

Namun… Apakah itu saja jalan yang bisa kutempuh? Bagaimana jika suatu hari nanti proposal itu tidak berhasil dikabulkan oleh Hortimart? Aku tahu benar jalan pikiran teman-teman. Banyak yang hanya ikut-ikutan mengatakan SETUJU tanpa memberi respon lebih. Dari beberapa program kerja yang telah lalu, aku bisa menilai kinerja yang masih sangat lamban. Koreksi ini pun berlaku pula bagiku sebagai anggota pengurus di awal lahirnya Kadang Anem.

Lalu? Saatnya bersiap membangun siasat andaikata kelambanan terjadi pula pada program ini. Kalau pengajuan proposal ini menjadi plan A, maka semestinya harus pula kusiapkan plan B. Hmm.. apa akal? Biarlah aku berpikir…
***
Lanjut membaca

Oh, Smoke.. I Do Hate U!

Ada yang tidak suka merokok?
Beberapa di antara temanku bakal bilang, ”Iya..”
atau dengan bangga, “Tentu tidak!”

Namun, kalau sekarang kalimat pertanyaannya diubah menjadi,
“Ada yang gemar merokok?”

Yang kasih jawaban iya pasti jaauuhhh lebih buannyaak, berani jamin!

Heran.., itulah satu kata yang setiap kali muncul dalam benakku tiap kali kulihat perokok dengan santainya menghembuskan asapnya yang sungguh apek itu.

Sebentar.. sebentar.. lalu, posisiku kini ada di mana? Jawabannya ada di pihak ketiga, be a third person who’s try to watch another people’s behaviour (haha, jadi ingat dengan chapter Insect Behaviour-nya Pak Puta dalam kuliah Entomologi). Rupanya mengamati perilaku manusia, people’s habit, sama menariknya dengan mengamati tingkah polah serangga.. Ini baru duniaku, menantang! Satu di antara habit-nya manusia adalah yang di awal tadi sudah kusinggung: merokok.
Lanjut membaca

Sudut Redaksi

Senin, 26 April 2010

Hari pertamaku mencicipi aroma ruangan redaksi JPTI. JPTI? Hm, maaf kalau singkatan ini tidak lazim di telingamu. JPTI adalah kependekan dari Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, salah satu jurnal ilmiah yang beredaksi di Fakultas Pertanian UGM. Terdengar begitu menyeramkan? Mungkin, sedikit bagiku yang baru saja bergabung mengingat posisiku yang masih pemula dibandingkan dewan redaksi lain. Hari-hariku kelak akan berurusan dengan beliau-beliau seniorku. Boleh menyebutkannya?

Saat ini dewan redaksi JPTI diketuai oleh Prof. Edhi Martono, akrab kusapa Papah Edmart. Entahlah, sejak menjadi penguji di ujian skripsi beliau begitu dekat denganku bahkan seolah seperti menemukan bapak kedua.. hmm :D
Lanjut membaca

Hadiah untuk Klanduhan

Klanduhanku Sayang, Klanduhanku Malang

Pagi di bulan Desember. Mentari telah beranjak dari peraduannya. Tergesa, kuturuni tebing barat kali. Hosh.. hosh.. Jalanan curam menurun terpaksa membuat kedua kakiku setengah berlari. Tak ada 3 menit aku pun sampai di bibir kali.

Ya, Kali Klanduhan. Kali berair jernih yang lekat dengan masa kecilku. Kali yang mengajariku bagaimana asyiknya bergumul setengah hari bersama teman-teman. Belajar berenang, kadang-kadang menyelam, mencari udang di balik bebatuan, atau berjemur di atasnya jika kami kedinginan usai terendam air. Sampai-sampai kami suka lupa waktu, lupa makan, dan satu hal lagi: lupa belajar. (Ah, sekali dua kali sepertinya tak apa.. hehe, dasar NAKAL!). Kali yang membuatku sesekali terngiang pada gelak tawa dan tangis masa kanak-kanak. Masih kuingat gelak tawa Sulis, Dwi, Ipung, Riyanto, Nur, Lanjar, Agus, dan banyak lagi; saat kami berlomba menemukan sebuah batu baterai bekas yang dilempar ke dasar sungai.

“Ayo, cepet-cepetan!!” tantang Riyanto.

Seketika itu pula, kami pun berebut menyelam. Wah, sulit! Akhirnya, kami harus menyerah karena si gesit Riyanto telah mengambilnya lebih dulu.

Ah, masa-masa itu.. sungguh pun telah berlalu begitu lama, takkan lekang dari ingatanku.
Lanjut membaca