Bermimpi Menyusuri Sembalun nan Asri

Lombok. Mendengar nama pulau ini membuat saya teringat pada Suku Sasak dan Gunung Rinjani. Sebagai pribumi kaki gunung (baca: anggun-anak nggunung) Merapi dan pehobi hiking, saya penasaran seperti apa ya keadaan kaki gunung di seberang sana. Rasa penasaran itu kian jadi kala November tahun lalu, my dear Captain Cartenz melakukan perjalanan touring ke Lombok dalam rangka memenuhi undangan anniversary Lombok Tiger Club (LOTIC). Seusai acara, ia sempatkan singgah di Pantai Senggigi dan Gili Trawangan untuk snorkling. Tergambarlah pantai yang biru dan indah dari foto-foto perjalanannya. Saya mupeng, itu sudah tentu! :mrgreen:  Saya pikir ia akan mampir juga ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sekadar bernostalgia dengan aktivitas pendakian. Ternyata tidak, ya libur cutinya terbatas jadi tidak bisa terlalu lama berada di luar kota. Belum lagi terpotong oleh lamanya perjalanan motor pergi-pulang. Berangkat dari ibukota 8 November bakdal Isya, 11 November pagi sampai di Bali, lalu menyeberang ke Lombok, dan akhirnya tiba dengan selamat di ibukota 17 November hampir subuh.  Lanjut membaca

Nyi Warsilah Menang Lomba #BloggerKartinian?

Senin, 7 Mei 2012. Awal pekan di minggu kedua bulan kelima tahun ini menjadi hari yang sungguh mengesankan bagi saya, Phie, seorang gadis biasa dari kaki Merapi. Apa sebab? Saya mendapatkan kabar saat online di facebook. Hari itu sebanyak 21 orang blogger perempuan yang berada di bawah platform blogdetik mengumumkan hasil lomba #BloggerKartinian. Saya, seperti biasanya, hampir tidak pernah terlalu banyak berharap bisa menang di setiap lomba. Kalau sudah ikut berpartisipasi, ya sudah. Perkara mau menang atau kalah, itu bukan soal. Kalau menang itu jadi bonus buat saya; kalaulah kalah itu bukan akhir segalanya. Sepakat? *cieilee.. cari pendukung! :lol:

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi sehingga saya melawan arus dan mengatakan “I Love Monday”? Awalnya saya memang sengaja online facebook pagi untuk mengunggah beberapa foto kegiatan pemuda Kadang Anem IX. Mumpung koneksi kantor belum semrawut hehe, eh.. ndak tahunya sebuah notifikasi nongol dengan sangat manis di layar tepat setelah saya berhasil mengunggah semua foto kegiatan panen bunga rosela tersebut. Rupanya sahabat saya di komunitas Warung Blogger, Naya Harun, berulah lagi :mrgreen: Ia me-mention saya di sebuah kolom komentar postingan Mbak Mellyana Feyadin berjudul “Dialah Nyi Warsilah“. Hello.. saya kenal benar, itu adalah nama seseorang yang sangat berarti dalam hidup seorang Phie. Ya, beliaulah neneknda yang sepanjang hayat beliau akrab saya panggil simbah Uti. Hm, tak terbayang senangnya bisa menang. Terima kasih, Mbak Melly.. Terima kasih blogdetik.. Terima kasih telah menobatkan Nyi Warsilah sebagai salah satu sosok perempuan perkasa bersemangat tinggi. Tentu, itu akan jadi kado terindah untuk beliau juga. Semoga beliau tenang di sisi Allah SWT. Aamiin ya Rabb.

bloggerkartinian

banner #BloggerKartinian copy paste dari Mbak Melly

*** Lanjut membaca

Perempuan Jari Polah

Bu Piko. Semoga saya tak keliru mengingat nama sesosok perempuan yang menyambut saya dan kedua teman saya (Mbak Vira dan May) saat singgah di stand pameran pasar seni Sekaten awal Februari 2011 lalu. Awalnya iseng saja, lama-lama tertarik juga. Dari perbincangan kami sembari menunggu hujan yang mengguyur kawasan Jogja nol kilometer mereda, ada banyak sekali wawasan yang kami terima dari beliau. Salah satunya tentang Jari Polah. Jari Polah? Hm, saya sendiri awam dengan istilah itu. Apa ya?

Beliau pun menerangkan bahwa Jari Polah, akronim dari Jejaring Pengolahan Sampah, merupakan jejaring yang mengikat antar kelompok masyarakat yang mempunyai satu visi kebersamaan untuk mengolah sampah di Kota Yogyakarta. Secara filosofis, Jari Polah diartikan sebagai tangan-tangan yang bergerak aktif penuh kreativitas sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup. Hm, itu bisa dilihat dari banyaknya olahan sampah non organik, terutama plastik, yang kami lihat kala itu. Mulai dari celemek, berbagai jenis tas, dompet, tempat tisu, wadah koran/majalah, hingga topi dan gaun cantik yang terpajang sangat manis di sebuah manekin. Keren!

bersama Pak Kirtijadi & Bu Piko

bersama Pak Kirtijadi & Bu Piko

Lanjut membaca

Kartini Cilik: Panggil Ia, Shifa

Setiap tahun peringatan hari Kartini diwarnai dengan banyak kegiatan. Satu di antaranya yang dilaksanakan di KB Tunas Bangsa, tempat adik saya, Ning, mengajar. Namun, kali ini saya tidak akan membahas secara detail seperti apa acara tersebut (yang pasti seru!). Kali ini saya memenuhi tantangan Teh Hanie dan mengulik sosok mungil Kartini cilik dari KB Tunas Bangsa. Namanya Shifa Rahma Kartika. Cantik, seperti anaknya :) Dilahirkan tanggal 6 Februari 2006. Ia adalah salah satu anak didik Bu Ning, demikian adik saya disapa oleh siswa-siswi KB Tunas Bangsa di kelas persiapan SD. Sekalipun di sekolah teman-teman memanggilnya Rahma, ia lebih nyaman dipanggil Shifa, seperti yang pernah ia katakan kepada Bu Ning,

“Aku mau dipanggil Shifa saja, Bu Ning..”

Shifa Rahma Kartika

Shifa Rahma Kartika

Lanjut membaca

Nyi Warsilah, Sepenggal Kisah

Di sebalik riuh pasar, ada mereka
perempuan-perempuan perkasa
Demi kepul dapur dan roda rumah tangga
rela menikam penat dan bekerja

Mengamati mereka,
seperti melongok kisah ibunda
tentang sesosok lain perempuan perkasa
Ia penyambung nyawa, penafkah keluarga
saat suaminya hilang kesadaran
kar’na dijegal seterunya

Adalah Nyi Warsilah, namanya
Ahad pahing, hari lahirnya

Lanjut membaca

Meja Kerja?

Suatu pagi (lupa tanggalnya, maaf..) saya mengintip sejenak Yahoo! Hm, biasalah update wawasan.. lalu tertarik pada sebuah tulisan (lebih tepatnya kumpulan gambar dalam galeri) bertema meja kerja. Ada yang tertarik? Klik link sebelah sini. WOW… saya tertegun. Rapi dan keren sekali ya. Pengen! :D Hm, saya sepertinya punya juga gambar meja kerja. Boleh iseng sore-sore saat saya sedang mengintip calon postingan, saya jepret-lah itu menurut angle yang saya mau. Ya, sekalipun lebih sempit sih, tapi bolehlah saya jadikan postingan hihihi :mrgreen:

Mau tahu seperti apa? Voila..!! :mrgreen:

meja kerja redaksi Phie

meja kerja redaksi

Lanjut membaca

Prambanan di Suatu Senja

untuk sebuah nama
yang berhasil kueja
kuurai dari suatu masa

untuk sebuah nama
yang membuat ruah gulana
kususuri hangat rengkuhnya meski dalam angan semata

untuk sebuah nama
yang kala itu tak pernah bisa kusisipi cinta
adalah dia penghujung lara nestapa
secarik kenangan dalam ruang setengah hampa
adalah dia dan sebuah nama,
Prambanan di suatu senja

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain

28 & Kejutan Sederhana

“Mbak Jat, ayoo.. maem sik!”

Ning, adik pertama saya berteriak dari ruang makan. Tampaknya ia sudah bersiap bangun lebih pagi. Kaki Merapi memang sedang lebih dingin setelah semalam diguyur hujan. Lepas sholat Subuh, saya masih asyik di kamar. Membalas beberapa SMS ucapan, di antaranya dari Captain. Tahun lalu, ia menelepon.. tahun ini, semua seolah lebih kalem. Mungkin ia telah berhasil menyamakan ritme dengan kebiasaan saya. Ia meminta maaf karena tidak menyiapkan kado untuk saya. That’s ok, Capt.. Doa setulus hati itu jauh lebih berharga bagi saya. :)

Tidak biasanya, badan saya sedikit lungkrah. Sepekan sudah saya harus mengonsumsi obat dari dr. Titie Endarty. Hari ini kapsul antibiotik yang terakhir. Masih ada obat anti radang, batuk, dan anti alergi yang tersisa. Pfiiuuh.. setelah sekian lama, batuk dan nyeri dada sepertinya belum mau hengkang dari tubuh ini. Hm, saya memang harus bersabar. Besok kalau memang belum membaik, saya dipastikan kembali menjalani pemeriksaan. Lanjut membaca