Rembang for d 1st Time (bagian 1)

Habis Gelap Terbitlah TerangHari ke-21 bulan April, siapa yang tak ingat dengan tanggal yang bersejarah khususnya bagi kaum perempuan Indonesia ini? Ya, R.A. Kartini, seorang putri bangsawan yang menuntut persamaan hak antara kaum pria dan perempuan, lahir pada tanggal ini. Hm, bicara soal beliau mengingatkanku pada sebuah buku terjemahan Armijn Pane terbitan Balai Pustaka, Habis Gelap Terbitlah Terang. Sebenarnya sudah sejak lama kuincar buku yang berisi curahan hati R.A. Kartini itu. Nah, suatu siang kala aku iseng berjalan-jalan ke Social Agency Baru karena sedang jenuh di rumah, kutemukan buku itu tinggal satu-satunya terselip di sebuah rak di lantai 2 .

“Ini dia yang kucari-cari!” gumamku.

Betapa senangnya menemukan buku yang sudah sejak lama kuinginkan. Buku setebal 205 halaman itu pun segera saja kuboyong pulang. Membacanya membuatku mesti mengerti benar, ya karena bahasa yang digunakan adalah bahasa puitis. Ah, semua tahu Armijn Pane. Pujangga baru yang cukup terkenal dengan romannya Belenggu. Bahasa puitis melayunya kadang membuatku harus sedikit mengernyitkan dahi dan mengulang-ulang kalimatnya agar bisa memahami apa yang sebenarnya ingin disampaikan.

Beberapa bulan berselang dari hari itu, seorang adik angkatan bernama Maylia Rachmawati menawariku untuk berlibur ke kota kelahirannya, Rembang. Aha, Rembang! Di sanalah R.A. Kartini disemayamkan untuk terakhir kalinya. Aku berkhayal, kalau aku bisa ke sana.. tentu akan ada cerita baru dalam hidupku. Apalagi ini menyangkut salah seorang idolaku.

“Ayo, kapan lagi kau akan dapat kesempatan yang sama? Ingat, Phie kesempatan baik tidak akan terulang untuk kali kedua, “ batinku memberi semangat.

Ya, semoga saja kerjaan proyek ini sudah selesai. Jadi aku kan bisa refresh sejenak ke luar kota. Rembang for the first time? Pengen!!
Maka, disusunlah sebuah rencana perjalanan. Pulang kampung memang bukan perjalanan yang istimewa bagi May, tapi bagiku? Sungguh sebuah pengalaman baru. Mencicipi udara pesisir utara Jawa selama beberapa hari? Oh, it’s gonna be a great trip!

Sementara itu, minggu berganti dan aku masih saja sibuk dengan pekerjaan sortir arthropoda di lab, di sore hari dengan kejar setoran yang lain: membimbing lima orang siswa intensif UNAS 2008. Betapa menjemukan terkadang hidup seperti ini, workaholic! Tapi, aku tidak akan ambil pusing sejauh itu tak membuatku botak karena terlalu banyak pikiran, ups..hehe :D Untungnya aku punya banyak waktu setelah mereka maju perang. Selamat berjuang adik-adikku. Semoga keberuntungan menyertai langkah-langkah kalian.

Demi membuang penat yang telanjur lekat selama membimbing mereka, aku pun ngabur ke Rembang, refresh ah!! Sekali-sekali ke luar kota apa salahnya. Akomodasi sudah dijamin, tinggal keluar duit buat biaya jalan. Yuuk mari! Atur aja, May!

Tanggal yang telah ditentukan pun tiba, 16 Mei 2008. Pekerjaan proyek untuk petridish terakhir sudah selesai. Tak ada beban pekerjaan lebih berat kecuali membantu identifikasi. Insya Allah bisa kulanjutkan sepulang dari Rembang. Berangkat hari Jumat, sampai di Yogya lagi hari Senin, lumayanlah!

***

Menjejakkan kaki di kota Rembang untuk kali pertamanya, aroma khas laut pun menyeruak di sekitar indera penciumanku. Amis. Hari telah beranjak malam kala kami turun di tepi jalan tepat di seberang alun-alun kota Rembang. Tentu, penat menyelubung tubuh kami setelah melewati perjalanan panjang selama kurang lebih 7-8 jam. Oh.. pegalnya!

Hm, hal pertama yang kami lakukan malam itu saat perut berkukuruyuk, tentu saja makan. Makan malam di alun-alun kota Rembang. Mau tahu apa menunya? Yup, that’s my first time too.. Lontong Tuyuhan! Makanan macam apa itu? Sini biar kujelaskan bagaimana “bleger” makanan ini. Bayangkanlah lontong diiris-iris disiram dengan kuah santan tentunya dengan daging ayam kampung di dalamnya. Walah, bilang saja ini opor ayam, tapi maemnya pake lontong bukan pakai nasi.. padha wae, hehe :D

***

Perjalanan menyusur kenangan Kartini kami mulai pada hari kedua. Maklumlah butuh mengistirahatkan badan. Ahad pagi, 18 Mei 2008 perjalanan pun dimulai dari tempat yang paling dekat dan terjangkau dari rumah May, tempatku menginap.

“Kaya apa sih, May? tanyaku penasaran sambil membenahi kerudung dan jaketku.

“Nanti Mbak juga tau sendiri.. buruan!” jawab May setengah berteriak.

Hehe, jadi malu! :D Padahal mandi juga belum. Maklumlah soal bersiap aku kadang suka lama.. Dasar lemot! Tapi kan yang namanya tampil rapi itu penting.. yee, membela diri :P

Setelah rapi dengan jaket dan helm, kami pun.. BERANGKAT! Saat itu arlojiku menunjuk pukul 06.30. Berboncengan dengan Vario merah jambu, kami pun melaju menembus jalanan kota menuju ke sebuah tempat, Taman Kartini.

Tak ada 15 menit kemudian, kami pun tiba di gerbang Taman Kartini. Masuk gerbang, bayar dulu dunk! Untuk 1 motor dan 2 orang, kala itu dikenakan tarif Rp4000,00. Jadi penasaran seperti apa Taman Kartini itu? Begitu kami masuk.. Oh, ternyata mirip dengan kawasan pantai pada umumnya. Bedanya di tempat itu terdapat sebuah anjungan kecil terbuat dari kayu yang memudahkan pengunjung sedikit lebih dekat ke laut. Hmm, kuhirup dalam aroma laut yang khas dari kejauhan.

“Laut Jawa, aku datang!” gumamku.

Sepagi itu suasana pantai sudah ramai, maklumlah hari libur. Waktu yang pas untuk bercengkerama bersama keluarga. Beberapa pedagang kaki lima terlihat hilir mudik menjajakan dagangannya. Belum lagi motor para pengunjung yang boleh parkir di mana saja.. riweh euy!

(bersambung…)

mentari pagi di Taman Kartini

mentari pagi di Taman Kartini

3 thoughts on “Rembang for d 1st Time (bagian 1)

  1. may_chan

    Wooo, gitu toh alasannya dulu mo ikut ku pulkam….nah loh ketahuan ya….btw akhir dipubilsh juga nie, cerita dah tak tunggu2 je, karena aku males nulis, hehehe…….

    Mbke, “Lontong Tuyuhan” itu memang makanan khas Kabupaten Rembang, tepatnya Desa Tuyuhan, Kec Pancur, Kab Rembang…..Kuliner satu ini, memang mirip opor tapi pedas, lebih mirip sayur lodeh, tapi lodeh ayam kampung, hmmm maknyus dah pokoknya. Dan jangan salah lontongnya itu, cara bungkusnya khas, dibentuk segitiga, pake daun pisang…..Sayangnya dirimu dulu pas ke Rembang baru tak ajakin makan yang di Alun-alun, kalo maen lagi ntar tak ajakin ke tempat aslinya aja, di Desa Tuyuhan, Kec Pancur, deket sie, paling g da 30 menit pake motor.

    Oh ya, sekedar info Pantai Kartini ada dua lho, satu di Rembang, satu lagi di Jepara (tempat kelahiran RA Kartini). Aku belum sempat yang ke Jepara, lumayan jauh e dari rumah, males kalo g da temennya, lagipula g tahu jalannya, hahaha….Karena g di pinggir jalan besar seperti yang di Rembang. Dan sayangnya, pas kita maen ke pantai, kita g berenang ke pantai, padahal laut Jawa kan paling asik buat renang karena ombaknya yang tenang….

    Eh mb, dulu dah jadi tak ajakin makan serabi Rembang lum ya? hehehe lupa, serabi Rembang beda ma serabi Solo, yang di Rembang gurih, yang di Solo manis….

    Besok ku sambung lagi…..Kutunggu cerita lanjutannya…..

    Balas
  2. rembang-leh

    Jasa Pembuatan Website Murah Rp. 300.000

    Kami menyediakan jasa pembuatan dan pemeliharaan website. Melalui jasa kami, anda bisa memiliki website untuk kebutuhan personal, organisasi, sekolah, perusahaan maupun bisnis. Jasa pembuatan website kami tersedia dalam 2 paket, yaitu:
    1. Paket Internasional (Harga Rp. 300.000,- setahun)
    – Website dengan nama domain internasional (.com, .net, .org. .info, .biz)
    – Kapasitas Space 100 MB dan Bandwith 3000 MB,
    – 1 sub domain dan 10 email account.
    2. Paket Nasional (Harga Rp. 500.000,- setahun)
    -Website dengan nama domain Nasional/Indonesia (.co.id, .or.id, .sch.id, .ac.id, .web.id, .mil.id).
    – Kapasitas Space 120 MB, Bandwith 8000 MB,
    – Unlimited sub domain dan unlimited email account.

    Hubungi:
    M. Showwam Azmy (Amix)
    Jl. Raya No. 03 Karang Tengah, Pamotan, Rembang 59261
    HP: 085225918312
    Telp: (0295) 5541885
    Email: surya.cendekia@gmail.com

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s